TRIBUNNEWS.COM-Wabah Penyakit Virus Corona (Covid-19) pada tahun 2019 telah mendorong masyarakat untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah penyebaran virus ini, salah satunya dengan membiasakan diri dengan sabun dan alkohol 70% untuk membersihkan tangan dengan hand sanitizer desinfektan. Menanggapi hal tersebut, pemerintah telah membebaskan pajak konsumsi etanol yang digunakan sebagai bahan baku / bahan penolong untuk pembuatan disinfektan tangan, disinfektan permukaan, dan pengawet melalui bea cukai. . /PMK.04/2019 dan Keputusan Administrasi Umum Kepabeanan No.43 / BC / 2017 Sesuai dengan Pasal 19 Bea Cukai Yogyakarta tentang PT Madubaru, produsen alkohol tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan Kep-137 / BC pada tanggal 23 Maret 2020. , Perpres 04/2020 telah dibebaskan dari pajak konsumsi ethanol, dan kini sudah mulai memproduksi hand sanitizer. Komisioner Bea Cukai Yogyakarta Hengky Aritonang mengatakan Rabu (25/3): “Kami membantu PT Madubaru memberikan arahan dan dukungan untuk memastikan pembebasan pajak konsumsi etanol. Hal ini untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha industri dalam negeri, karena dijadikan produk non-konsumen. Etanol yang digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam produksi produk akhir memenuhi syarat pembebasan cukai. “

PT Madubaru masih mendapatkan pembebasan cukai untuk 1 juta liter etanol murni sesuai peraturan Hengky, dan hanya dapat digunakan untuk produksi non-komersial. Bahan mentah atau bahan pembantu untuk produk jadi. Pembersih tangan (dengan alkohol 70%).

Dia juga menjelaskan bahwa produsen atau toko etanol dapat mengajukan pajak konsumsi atas perintah lembaga pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat terkait Covid-19.

“Jika order dikeluarkan oleh instansi pemerintah, surat perwakilan dari kepala instansi pemerintah sudah cukup. Ini menandakan bahwa ethanol akan digunakan untuk mencegah dan mengobati Roller Covid-19. Pada saat yang sama, jika order dikeluarkan oleh lembaga swadaya masyarakat, Surat rekomendasi dari instansi penanggulangan bencana sudah cukup, ”jelas Hengky.

19, Bea Cukai Hong Kong mengeluarkan surat edaran dari Direktur Administrasi Umum Kepabeanan. Kode pajak konsumsi SE-04 / BC / 2020 (tanggal 17 Maret 2020). Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi contact center bea cukai melalui live chat di Linktr.ee/bravobeacukai, “ujarnya. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *