TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Kalbagbar Barat (Kalbagbar), setelah ditangkap sebagai fungsi pengawasan, kembali memusnahkan berbagai komoditas hasil gugatan, di antaranya ribuan rokok dan puluhan tas pakaian tua / baler ilegal, Senin. (20/4, Senin).

Suprayanto, Menteri Penegakan Hukum dan Penyidikan, mengungkapkan produk yang dihasilkan dalam gugatan tersebut adalah 77.904 batang rokok berstempel yang tidak memenuhi ketentuan pajak konsumsi, 54 bungkus baju bekas, dan 4 kantong bekas. Dokumen sepatu, jadi statusnya milik negara (BMN), dan pemusnahannya sudah mendapat persetujuan dari Dinas Kekayaan dan Lelang Pontianak, dan nomor surat persetujuannya adalah S-88 / MK.06 / WKN.11 / KNL.01 / 2018 17 September. “Kalbar merupakan provinsi dengan tingkat toleransi hutan / lahan yang lebih tinggi hingga tahun 2019, jadi kami sangat prihatin. Ia mengatakan, kebakaran tersebut menunda kegiatan pemusnahan dan baru bisa segera dilakukan. Batu Layang Suprayanto menambahkan, pemusnahan ini merupakan hasil koordinasi dengan UNEP tentang mekanisme pemusnahan, maka dalam pemusnahan ini antara lain melalui pemusnahan fungsional. Ia menambahkan: “Jika Potong menjadi beberapa bagian dan fungsi pakaian dan sepatu tidak dapat digunakan lagi. “Dalam kesempatan yang sama, Supayanto menambahkan, jenis pakaian pres ini bukan hanya tidak lagi membahayakan kesehatan, karena negara asalnya adalah tentang pakaian bekas yang status kesehatannya tidak diketahui. Pengguna sebelumnya.

“ Meski produksi luar negeri Kualitas pakaiannya tidak kalah dengan pakaian buatan Indonesia, akan tetapi pakaian Ballpress juga merugikan perekonomian Indonesia. Kualitas pakaian Ballpress bekas tidak dapat dijamin dan dapat disehatkan “, pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *