TRIBUNNEWS.COM-Tim gabungan Bea Cukai Sumut dan Polairud berhasil menggagalkan penyelundupan pakaian bekas (remasan) di perairan Sungai Bengal di Batubara, Provinsi Sumatera Utara (26/3). Unit kapal kayu KM. Petugas berhasil memperbaiki Aria dan 425 bola baju tua. Penyelundupan pakaian bekas berpotensi merugikan negara sebesar Rp 850 juta. Selain itu, mengimpor baju bekas ilegal dapat menyebarkan berbagai penyakit termasuk virus corona.

Direktur Bea Cukai Sumut Oza Olivia (Oza Olivia) mengungkapkan, penangkapan berawal Rabu (25/3) dengan informasi yang didapat dari masyarakat, berusaha menyelundupkan barang ke Sungai Bengal. Selain itu, Bea Cukai Sumut telah berkoordinasi dengan Polarud untuk membentuk patroli maritim bersama. Xiaozha menjelaskan: Ali telah diperiksa lagi dan menemukan ratusan tas pakaian bekas, kemudian personel membawa perahu ke dermaga fasilitas bea cukai di Belawan untuk pengamanan dan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas itu menyemprotkan disinfeksi. Untuk mencegah penyebaran virus corona.Selain itu, kapal juga diperiksa oleh anjing pelacak narkoba K-9 pasukan K-9. Berdasarkan hasil pemeriksaan pasukan K-9, tidak ditemukan narkotika di atas kapal. Barang bekas impor Pakaian tidak hanya mengancam industri sandang tanah air, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.Apalagi dalam situasi global dimana wabah Covid-19 sedang merajalela, penyelundupan pakaian lama akan sangat berbahaya bagi masyarakat Indonesia.

Bahkan dalam hal ini, pihak bea cukai akan selalu meningkatkan pengawasan untuk melindungi masyarakat Indonesia.Pabean juga mengimbau masyarakat untuk segera menghentikan pembelian pakaian bekas impor secara ilegal, karena dapat menyebarkan virus Corona. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *