TRIBUNNEWS.COM-Pandemi global Covid-19 saat ini belum mereduksi semangat bea cukai dan pajak konsumsi dengan mengoptimalkan pengawasan peredaran rokok ilegal. Di wilayah yang berada dalam pengawasan Bea Cukai Kudus, petugas masih menemukan bahwa penerimaan cukai yang tidak terpakai dan rokok dengan penerimaan cukai palsu melanggar produksi rokok. Hingga Rabu (15/4), petugas berhasil mengamankan satu truk bekas pengangkut rokok ilegal.

Gatot Sugeng Wibowo, Direktur Administrasi Umum Bea Cukai Kudus, mengungkapkan, operasi tersebut berawal dari informasi publik tentang peredaran rokok ilegal di daerah tersebut. Kabupaten Jepara menggunakan truk. Pukul 21.00 WIB petugas mengetahui truk itu menjadi sasaran operasi dan menangkap truk tersebut, ‚ÄĚkata Gatot.

Sesuai hasil pemeriksaan truk yang berisi furnitur dan rokok ilegal. Gatot Ia menambahkan: “Ini untuk menipu petugas. Pengangkutan rokok ilegal disamarkan sebagai tumpukan furnitur. Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan bahwa berbagai merek rokok ilegal. Ada 392.000 batang rokok tanpa cukai dan 115.200 batang rokok. Salah konsumsi. Untuk semua barang yang dicegat, nilai barang tersebut diperkirakan mencapai Rp 451.680.000. Potensi kerugian negara berupa pajak konsumsi dan pajak yang belum dibayar sebesar Rp251.238.080,00. Pada saat yang sama truk dan supir berinisial NA (24 tahun) dan kenek berinisial S (31 tahun) dibawa ke Bea Cukai Kudus. Untuk melakukan penyidikan lebih lanjut.

Hingga saat ini pada tahun 2020, Bea Cukai Kudus telah berhasil menyelesaikan 39 operasi terhadap rokok ilegal dan berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp3.080.839.024,00.

Selama wabah, masyarakat harus mendengarkan seruan pemerintah untuk tinggal di rumah daripada menerima penggunaan tindakan ilegal seperti mengangkut rokok ilegal untuk memanfaatkan situasi ini. Tegasnya, Bea Cukai Kudu tidak mentolerir pihak yang melanggar undang-undang bea dan cukai. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *