TRIBUNNEWS.COM-Sinergi antara adat istiadat dengan Badan Pengawas Narkotika Nasional berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika di Provinsi Lampung. Provinsi Lampung berhasil memperoleh 100 tablet obat Clonazepam Riklona 2 yang termasuk dalam obat psikotropika kategori IV pada Selasa (16/06). Dari Kantor Pajak Bea dan Konsumsi Daerah Kalbagtim, perihal adanya paket konsinyasi. Petugas Kantor Pabean Sumatera Barat dan Bea Cukai Bandar Lampung segera mendatangi gudang berikat. Lakukan pemeriksaan barang secara menyeluruh di agen layanan pengiriman terkait.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan kotak berisi 100 obat Clonazepam Riklona 2 yang tergolong psikotropika IV. Melihat kesimpulan tersebut, petugas bea cukai dan bea cukai bekerja sama dengan Nanbei Penghuo untuk melakukan upaya pengendalian pengiriman ke alamat penerima paket.

“Selama kegiatan pengendalian persalinan, tim gabungan berhasil melakukan penelitian dan berhasil menemukan 60 jenis obat alprazolam, yang juga merupakan obat psikotropika golongan IV. Langkah ini merupakan bagian asli dari bea cukai dan pajak konsumsi. Ikrar tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari masuknya obat-obatan yang dapat merugikan generasi muda Indonesia. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *