TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, pihak bea cukai tak henti-hentinya memberikan pelayanan dan pengawasan untuk mendorong perekonomian, terutama pelayanan dan pengawasan terkait kegiatan impor dan ekspor. Kali ini, guna mendorong kegiatan ekspor, Bea Cukai Gorontalo memberikan bantuan berupa pemeriksaan fisik dalam persiapan ekspor minyak sawit. Pemeriksaan fisik barang ekspor berupa acid palm oil (PAO) milik PT. Sinar Sawit Indo .

“Ini pertama kalinya Bea Cukai Gorontalo memberikan layanan ekspor minyak sawit asam. Komoditas sawit berbobot 206 ton, dikemas dalam tangki fleksibel dan dikemas dalam 10 kontainer berukuran 20 kaki, dan akan diekspor ke Ningbo. Dede berkata, “Minyak sawit China adalah produk sampingan. Minyak sawit merupakan produk sampingan minyak sawit, terutama digunakan untuk pakan ternak, bahan pembuatan sabun, dan produksi asam lemak suling. “Ekspor langsung pertama minyak sawit asam tentunya akan menguntungkan daerah karena akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah Gorontalo dan pendapatan asli daerah (PAD) yang diterima Gorontalo. (*) – —

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *