TRIBUNNEWS.COM-Adat istiadat wilayah Kepulauan Riau dan adat Tanjung Bale Karimong telah menyumbangkan hasil penuntutannya kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Pada Selasa (12/05), bea cukai wilayah Kepulauan Riau menyumbangkan 32 ton komoditas, dan bea cukai Tanjung Balai Karimun menyumbangkan 5 gula.

Agus Yulianto, Direktur Administrasi Umum Bea Cukai Daerah Kepulauan Riau, mengungkapkan 32 ton barang yang disumbangkan memenuhi berbagai kebutuhan pokok. “Gula 20 ton kita sumbangkan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Mumbai Bawang bombay, bawang hijau, dll. 12 ton sisanya juga termasuk barang yang sama yang kami serahkan ke Pemkab Karimun, ”kata Argus. Tidak ketinggalan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun juga menyumbangkan gula sebanyak 5 ton kepada Pemerintah Kabupaten Karimun.

Kepemilikan nasional yang diberikan adalah proyek lama Bea Cukai Kepulauan Riau dan Bea Cukai Tanjong Balai Karimun selama 2019-2020. Tata cara penyelesaian administrasi telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan ditetapkan sebagai “diputuskan oleh Menteri Keuangan”.

“Sebelum dirilis ke publik, barang-barang ini harus terlebih dahulu menjalani pengujian laboratorium untuk mengetahui apakah produk tersebut masih aman untuk dimakan. Mengenai pemeriksaan produk hasil gugatan, sampel barang tersebut menyatakan bahwa barang tersebut memenuhi parameter pemeriksaan khusus konsumen. Minta, “tambah Agus. -19, yang juga mempengaruhi sektor ekonomi. … Tugas adat sebagai bentuk perlindungan masyarakat, adat Kepulauan Riau rutin melakukan patroli laut untuk mengurangi maraknya pembalakan liar.

<< Kondisi ekonomi yang parah akibat pandemi Covid-19, dan untuk mengakomodir Idul Fitri diharapkan subsidi sembako dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Covid-19. Demi kemaslahatan masyarakat Kepulauan Riau, Pemerintah Provinsi Kepulauan Lagos dan Pemerintah Kabupaten Carrimon mengatakan: "Argus menyimpulkan. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *