TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah terus bekerja sama menyediakan komoditas untuk pengobatan pandemi penyakit virus Corona 2019 (Covid-19).

Kali ini 16.000 disumbangkan oleh Pemerintah Bea Cukai Kunanham untuk cluster Masker operasi. Mempercepat tugas penanganan Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) untuk membantu mencegah penyebaran virus corona. Milik negara. – “Masker yang diberikan merupakan bagian dari barang di Kantor Bea Cukai Kuala Namu. Pemiliknya tidak mengambil alih masker, atau masker tidak memenuhi persyaratan izin impor sebelum diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34 Tahun 2020.” Kata Elfi Haris, Selasa (6 Juni 2020). “

Bantuan telah diserahkan secara simbolis kepada Edy Rahmayadi, Gubernur Sekretariat Pokja Negara Bagian Sumut, untuk percepatan operasi Covid-19 di Meksiko. Elana Haris, Provinsi Sumatera Utara Kepala Kantor Bea Cukai, sekaligus Kepala Kantor Bea Cukai di wilayah Ozaoravia, Sumatera Utara.

“Kami sangat bersyukur bisa mendistribusikannya ke dokter,” kata Idi yang juga menjabat sebagai Covid-19 di Sumut. Ketua Kelompok Kerja Accelerated Management.

PMK terbaru menetapkan bahwa “pemberian bea cukai dan / atau pajak konsumsi serta pajak atas barang impor digunakan untuk penanggulangan Penyakit Pandemi Komoditas Virus Corona (Covid-19) tahun 2019.” Sebelumnya, kepemilikan negara telah mendapat persetujuan dari Biro Pelayanan dan Lelang Nasional Medan.

Elfi Haris (Elfi Haris) lebih lanjut menjelaskan bahwa melalui PMK, Kementerian Keuangan memberikan peluang bagi semua pihak (pemerintah pusat, pemerintah daerah, perorangan, badan hukum dan badan hukum) untuk mendapatkan barang impor untuk mengalahkan Covid untuk mempromosikan kegiatan impor. -19 Layanan bea cukai dan pajak yang populer memungkinkan mereka untuk menyediakan barang yang memenuhi kebutuhan negara.

“Di PMK sudah disediakan 73 produk,” tambah Elfi Haris. Fasilitas yang diberikan dibebaskan dari pajak impor dan / atau cukai, tidak dikenakan pajak pertambahan nilai atau PPN dan PPnBM, serta dibebaskan dari pajak PPh ke-22 atas barang impor nonkomersial guna menanggulangi pandemi Covid-19 untuk tujuan komersial dan komersial. Permintaan dapat diajukan secara elektronik melalui portal INSW atau diajukan secara tertulis kepada penanggung jawab Administrasi Umum Pabean barang-barang yang diimpor. Namun, ketika nilai kiriman impor dan bagasi penumpang tidak melebihi US $ 500 FOB, tidak perlu mengirimkan aplikasi.

Jika jenis barang yang disediakan fasilitas dibatasi oleh peraturan tata niaga impor, demi kemudahan, selama dilampirkan surat rekomendasi untuk mengimpor atau mengeluarkan barang, silakan berkonsultasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun apabila jumlah barang yang diimpor tidak melebihi jumlah yang ditentukan oleh kementerian terkait dan / atau sistem perdagangan BNPB, maka tidak diperlukan surat rekomendasi. Jangka waktu pengobatan pandemi Covid-19 yang ditetapkan BNPB. Peraturan baru ini diharapkan dapat memudahkan semua pihak yang berkepentingan untuk melakukan kegiatan impor, khususnya kegiatan impor barang dalam penanggulangan Covid-19. Ketentuan selengkapnya tertuang dalam PMK Nomor 34 Tahun 2020. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *