Timika, TRIBUNNEWS.COM-Dengan tuntutan perkembangan teknologi dan kebutuhan untuk menanggapi kecepatan layanan, bea cukai terus berinovasi dalam penggunaan teknologi informasi. I Made Aryana, Kepala Kantor Bea Cukai Amamapare, mengungkapkan hal tersebut, ia juga mengatakan komitmen karyawannya dalam memberikan layanan sudah tidak dipertanyakan lagi. (Sistem untuk mengintegrasikan semua layanan bea cukai), kami akan terus mengembangkan dan menyelesaikan beberapa fungsi yang tidak disediakan dalam aplikasi CEISA. Per 11 Maret 2019, bahkan saat pandemi Covid-19 pun, Bea Cukai Amamapare akan meluncurkan aplikasi sebagai inovasi layanan terbaru, ”ucapnya.

I Made juga menjelaskan Bea Cukai terbaru yang dimiliki Amamapare Aplikasi tersebut yaitu “Aplikasi SIP Bang (Sistem Informasi Pergerakan Kargo). Aplikasi tersebut diyakini dapat memudahkan petugas dalam memantau barang impor. “Ke depan, pergerakan barang yang masuk ke dalam kawasan pabean akan dimonitor. Kami akan menemukan bahwa jika nama yang ditunjuk atau sebenarnya penggunaan barang tidak sesuai dengan cara impor, rencananya akan memberi Anda cara agar cepat mengerti semuanya, katanya:” Ini akan menjadi kegiatan mengimpor barang dan akan menjadi pintu gerbang antara Bea Cukai Amama Pare dan pengguna jasa (yaitu perusahaan ekspedisi, tempat pembuangan sementara dan importir barang). “

Berbicara tentang Covid-19 Epidemi, melalui Surat Edaran Direktur Jenderal (No. SE-02 / BC / 2020), melibatkan penggunaan SKA Form E untuk mempelajari impor dari China yang terkena wabah Coronavirus (COVID-19). “Surat edaran ini adalah bea cukai. Bentuk epidemi virus korona. Ia mengatakan: “Khusus anggota ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) dapat menikmati pengiriman SKA (Certificate of Origin).” Ujarnya. Berdasarkan peraturan ini, maka dokumen yang biasanya perlu diserahkan adalah dokumen asli, dan beberapa mekanisme lain yang ditentukan dalam SE-02 / BC / 2020 digunakan untuk melonggarkan penggunaan dokumen hasil pindaian (pindaian / salinan elektronik).

“Kami berharap pengawasan dan komitmen pelayanan Amamapare Customs di bidang kepabeanan dan kepabeanan semakin baik. Kita bisa mengikuti perkembangan dunia dan mempermudah segala prosedur sehingga mampu memberikan pelayanan bagi Teluk Mimika, Deyayi dan Mesir. Warga di kawasan Gunung Api Tena memberikan pelayanan yang terbaik ”, saya berharap tahun ini saya akan mendeklarasikan Bea Cukai Amama Pare sebagai Zona Bebas Ariana I untuk korupsi. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *