Pandemi TRIBUNNEWS.COM-Covid-19 belum mengurangi kegiatan pengawasan tim bea cukai Sumatera Timur (Sumbagtim) dan kantor pabean vertikal di bawah untuk memastikan pendapatan nasional. Instansi Kementerian Keuangan berwenang menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelindung masyarakat, melindungi masyarakat dari masuknya barang ilegal dan berbahaya yang dapat membahayakan negara.

Asep Munandar, kepala penegakan hukum dan investigasi regional, Departemen Bea Cukai Sumatra Timur, menyampaikan pencapaian regulasi pada paruh pertama tahun 2020. Sebanyak 24,6 miliar rupiah mengalami kerugian.

Sebagai bentuk pengawasan, Asep menambahkan bahwa bea cukai daerah yang berlokasi di Sumbagtim juga melakukan patroli maritim dengan PSO Custo Tanjung Balai Karimun. Wanita itu berada di perairan dari Bangka Belitung ke Sungai Mus. .

Guna mendukung pengurangan jumlah rokok ilegal, Asep terus bekerja, Bea Cukai, Bea Cukai, dan Bea Cukai Vertikal Sumbagtim bersama-sama menyelenggarakan Operasi Badai Rokok Ilegal 2020. Dia mengatakan: “Polisi kami berhasil memperoleh lebih dari 12,9 juta rokok ilegal, 91.014 gram tembakau iris dan 5.820 liter alkohol ilegal. Mencegah barang selundupan memasukkan barang berbahaya. Kantor Pabean Sumbagtim dan Kepolisian Republik Indonesia, Negara Indonesia. TNI, Badan Narkotika Nasional, dan penegak hukum lainnya bekerja sama untuk mendapatkan narkotika, termasuk 7.000 gram sabu dan 2 gram amfetamin, dengan nilai komoditas diperkirakan mencapai 3 miliar dolar AS. Asep menambahkan, pandemi Covid-19 memberi Adat istiadat Sumbagtim menjadi tantangan, dinas kerja vertikal harus senantiasa bekerja keras untuk menjalankan fungsi perlindungan masyarakat secara efektif dan aman dengan tetap mematuhi perjanjian sanitasi yang ditetapkan pemerintah. Pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *