TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai terus memantau peredaran rokok ilegal di seluruh Indonesia. Kali ini, Bea Cukai Bangladesh dan Bea Cukai Cirebon berhasil melindungi berbagai merek rokok ilegal.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan bahwa sirkulasi rokok ilegal dapat dihentikan, dan pasar hanya diisi dengan produk yang hanya memenuhi persyaratan pajak. -Reading: Belawan Bea Cukai menandatangani sertifikat inspeksi karantina pabean bersama-Jumat (26/6/2020) Bengkalis Bea Cukai, yang mengoperasikan pasar produk tembakau, mencoba untuk memastikan bahwa 226 bungkus rokok ilegal tanpa stempel cukai tidak sesuai dengan penunjukan. Produk tembakau di zona bebas bea tidak konsisten.

Hasil tindakan penegakan hukum akan dikomunikasikan ke Bea Cukai Bangladesh. Penjual memahami bahaya dan ancaman kriminal dari rokok ilegal. Grup tersebut juga mendorong dan mengajak pemasok rokok dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam ikrar memerangi rokok ilegal.

“Di tempat, agen menemukan beberapa toko yang menjual rokok ilegal, dengan alasan mereka tidak mengetahui karakteristik rokok ilegal. Untuk mencegah penjual menjual rokok ilegal lagi, kami memberikan saran,” Mulia Panjihudan (Mulia Pangihutan) berkata. Sinambela, Kepala Bagian Kepatuhan Internal Dewan Bea Cukai Bangladesh.

Baca: Bea Cukai Malang dan Jamby Hancurkan Barang Miliaran Rupiah Indonesia, Termasuk Mainan Seks – Peristiwa itu Dipengaruhi Masyarakat Sekitar Selain apresiasi masyarakat lain dan para pengusaha yang bekerja sama secara aktif, mereka tahu bahwa rokok ilegal tidak hanya akan menimbulkan konsekuensi tidak dipungutnya pajak nasional, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat sekitar.

Bea Cukai Cirebon juga melakukan operasi rokok ilegal pada Kamis (25/6). Encep Dudi Ginanjar, Kepala Kantor Bea Cukai Cirebon, mengatakan: Penegakan dilakukan di gudang salah satu perusahaan pelayaran di Cirebon. Puluhan ribu rokok netral dikirim ke penerima di Kabupaten Indramayu, Terisi. Bea Cukai Cirebon dan perwakilan perusahaan ekspres, kemudian memeriksa paket tersebut. Terkait barang bukti, pihak Bea Cukai Cirebon akan mengambil tindakan. Kerugian nasional akibat peredaran rokok ilegal diperkirakan mencapai Rp 45 juta.

Dudi juga menambahkan Mengatakan: “Belakangan ini, Bea Cukai Cirebon juga melakukan hal yang sama. Sebelumnya, Dinas Bea dan Cukai Cirebon menemukan sebuah bungkusan berisi ribuan rokok netral dan narkotika. “(*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *