TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai di berbagai daerah terus berjuang melawan rokok ilegal berulang-ulang. Direktur Internasional dan Antar Bea Cukai Syarif Hidayat mengungkapkan hal ini. Siarif mengatakan: “Tujuan dari tindakan ini adalah untuk menghapus peredaran rokok ilegal dan untuk memastikan bahwa rokok yang beredar di pasaran adalah rokok yang telah memenuhi pajak konsumsi.” Bea masuk dan pajak konsumsi di berbagai daerah. Selama periode Maret 2020, setidaknya ada enam kantor pabean, yang menambahkan daftar panjang operasi rokok ilegal. Pada 9 Maret 2020, Kantor Bea Cukai Daerah Aceh dan Kantor Bea Cukai Daerah Sumatera Utara berhasil mengalahkan 418.000 rokok ilegal dengan nilai perkiraan Rp424.270.000. – “Perbuatan ilegal penyitaan rokok ini karena adanya sinergi antara Pabean Aceh dan Kanwil Sumut. Pertama-tama, Bea dan Cukai Daerah Sumatera Utara menyampaikan informasi ke Kantor Bea dan Cukai Daerah. Kata Aceh, salah satunya Sebuah truk yang membawa rokok ilegal dari Sumatera Utara ke Aceh mengatakan bahwa pada hari yang sama, Bea Cukai Pasuruan juga berhasil mencegah pengangkutan 405.000 rokok ilegal. Kargo diperkirakan mencapai Rp 413.100.000. Hannan, kepala Biro Kabupaten Pasuruan Budiharto mengatakan bahwa operasi itu dilakukan oleh sebuah perusahaan jasa pengiriman di daerah Pandaan., Pada 10 Maret 2020, bea cukai Pasuruan sekali lagi menindak 155 botol alkohol ilegal dari berbagai merek r Rp13.800.000.

Maret 2020 Pada tanggal 11, petugas bea cukai juga berhasil menyita lebih dari 2 juta batang rokok ilegal. Rokok ini ditangkap setelah dilakukan pengintaian selama tiga hari di gudang kawasan Senduro oleh polisi. “Sejak awal operasi pada 8 Maret, petugas. Kami berhasil memperoleh 2.469.500 lembar senilai Rp 1.465.203.000. Kepala Bea dan Cukai Probolinggo Andi Hermawan mengatakan: “Selain rokok ilegal, polisi juga menggunakan inisial SY untuk melindungi tersangka.” Alat seperti mobil, barang bukti rokok dan inspeksi, “kata Nelson Hasoloan, Kepala Badan Bea Cukai Purwokerto. Bea Cukai Teluk Bayur diabaikan, dan pihak bea cukai juga menggugat 20.000 rokok ilegal senilai Rp203.000.000 yang dibawa pulang dari Tembilahan. Hilman Satria dari Kantor Pabean Teluk Bayur mengungkapkan, “Kami akan terus membangun sinergi dengan petugas penegak hukum lainnya untuk dapat memberantas rokok ilegal di Sumatra Barat.” (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *