TRIBUNNEWS.COM – Bea cukai di wilayah pertama provinsi Jawa Timur terus mengambil tindakan untuk menindak arus barang ilegal dan sekali lagi menghancurkan properti nasional (BMN) dalam bentuk rokok ilegal, total 3 batang, dan 7 juta batang pada hari Rabu (18/3). Kepunahan BMN dilakukan di lokasi pengelolaan limbah di Desa Manduro Manggung, Nandro, Ngoro, Mojokerto, yang dilakukan dengan membakar di kompor.

Kepala Seksi Humas Kanwil Bea dan Cukai Jawa Timur I, Mohammad Yatim mengungkapkan selama 2019, petugas bea cukai menangkap jutaan rokok ilegal yang dimusnahkan, beberapa di antaranya merupakan rokok tanpa stempel pajak konsumsi. Ada pula rokok dengan cap cukai palsu. -Yatim mengatakan: “Rokok ilegal ini diadili sembilan kali pada 2019, sebanyak 3.776.900 batang.” Selain itu, berbagai merek dan kelompok memusnahkan 53 minuman beralkohol ilegal. Botol, dan hancurkan botol alkohol ini dengan menghancurkannya.

“Untuk minuman beralkohol ilegal, ini adalah hasil dari langkah-langkah ketat yang diambil oleh Bea Cukai Jawa Timur. Menurut peraturan, sudah saatnya untuk menghancurkan mereka.” Di satu sisi, partainya akan terus bekerja sama dengan lembaga penegak hukum dan lembaga terkait untuk menghilangkan rokok ilegal melalui aksi bersama.

“Tindakan ilegal ini secara langsung mempengaruhi area pajak konsumsi dari anggaran nasional. Anggaran nasional mengalokasikannya untuk setiap daerah untuk pembangunan. Kami mendesak masyarakat untuk tidak takut atau khawatir tentang hal itu jika mereka menemukan sirkulasi rokok dan alkohol ilegal. , Harap segera laporkan karena berbahaya bagi negara. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *