TRIBUNNEWS.COM-Wabah Virus Corona (Covid-19) telah mempengaruhi berbagai sektor ekonomi di Indonesia. Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan dan Administrasi Umum Kepabeanan (DJBC), telah mengumumkan berbagai kebijakan sebelumnya untuk menjaga keberlanjutan industri, kali ini di bidang pajak konsumsi, pemerintah telah memberikan kebijakan relaksasi selanjutnya. Pembayaran yang disebabkan oleh keterlambatan logistik produk kena pajak di pasar karena Co 19

— Ketentuan ini termasuk dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 30 / PMK.04 / 2020, yang melibatkan amandemen PMK 57 / PMK.04 / 2017, tentang penundaan pajak konsumsi untuk pengusaha pabrik atau importir barang-barang konsumsi yang menggunakan pita untuk menerapkan penggantian. Periode pembayaran untuk pesanan pita GST yang diajukan oleh kontraktor pabrik dari 9 April hingga 9 Juli 2020 adalah 90 hari atau sekitar 3 bulan. Direktur bea cukai internasional dan lintas departemen Syarif Hidayat mengatakan bahwa melalui kebijakan longgar ini, arus kas perusahaan dapat dibantu, sehingga perusahaan dapat terus menjalankan bisnisnya sendiri, karena keberlanjutan industri sangat penting untuk mengatasi hambatan logistik dan menyerap pekerjaan untuk menghindari PHK. . Bea Cukai berkomitmen untuk terus melayani masyarakat 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk melindungi masyarakat dari masuknya barang berbahaya dan transportasi barang ilegal. Untuk pengguna layanan dan publik yang membutuhkan informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Pusat Kontak Pabean di 1500225 atau melalui obrolan web waktu-nyata di bit.ly/bravobc. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *