TRIBUNNEWS.COM-Jawa Tengah DIY dan KPPBC Surakarta petugas bea cukai berhasil menggagalkan kontainer selundupan selebar 40 kaki, yang berisi 1.542 gulungan kain tenun poliester (kain poliester) di wilayah SPPU, senilai 1,06 miliar rupee, item nomor 44.574.18. Wonosari-Pakis No. 5 Babadan, Kel. Troio (Amerika Serikat) Wonosari, Kab. Kraden, Jawa Tengah, Sabtu, 4 April 2020 pukul 09.00 WIB. Tindakan ini akan dilakukan ketika sebuah trailer yang membawa barang-barang impor yang bea masuk dan pajak lainnya belum dibayarkan “didorong” ke area pompa bensin. Kegiatan penyelundupan semacam itu dapat merusak keuangan nasional, sebesar 1,18 miliar rupee.

Penyalahgunaan fasilitas bea cukai

Padmoyo Tri Wikanto, kepala kantor regional DJBC DIY di Provinsi Jawa Tengah, mengatakan bahwa tindakan terhadap sekotak kain impor adalah upaya penyelundupan, yang mengakibatkan negara menjadi korban dan dikhianati. Kain yang diimpor dari Cina mendapat manfaat dari kemudahan perpajakan pemerintah dalam bentuk pajak impor yang ditangguhkan, dan tidak dikumpulkan sebagai bagian dari pajak impor. Karena itu, setelah menurunkannya dari pelabuhan Tanjung Amas di Semarang, masih harus menanggung bea masuk dan pajak.

Barang harus dibawa langsung ke PT BML dari perusahaan di daerah penerima ikatan, dan kemudian diolah menjadi produk jadi dalam bentuk tekstil terutama untuk ekspor. Ironisnya, ketika negara itu menghadapi masalah serius karena virus korona atau wabah Covid-19, penyelundupan dilakukan. Negara membutuhkan anggaran yang besar untuk menangani epidemi, tetapi kegiatan penyelundupan sebenarnya mencuri dana publik dan terkait dengan akuisisi fasilitas perusahaan oleh negara secara tidak sengaja. Bea Cukai akan menangani masalah ini dengan serius. Siapa pun yang terlibat akan diperlakukan, dan bahkan jika perusahaan bermain, selain diperlakukan sesuai dengan hukum, lisensi area pabean juga akan dicabut.

Garis waktu kejadian:

Moch Arif Setijo Nugroho, kepala penegakan hukum dan investigasi Kantor Regional DJBC di Provinsi Jawa Tengah, mengatakan bahwa langkah tersebut didasarkan pada informasi intelijen yang diterima timnya. Menurut intelijen, barang-barang yang diimpor dari pelabuhan Tanjung Emas di Semarang ke salah satu perusahaan di Kawasan Perdagangan Bebas Karanganyar diduga telah mengambil langkah-langkah yang tidak patuh. Selain itu, sejak Jumat malam hari sebelumnya, tim segera memulai kegiatan pengawasan dan pengintaian. Saat trailer berada di pompa bensin 44.574.18 Jl. Saat merapat, kesabaran pengawasan akhirnya terbayar. Wonosari-Pakis No. 5 Babadan, Kel. Troio (Amerika Serikat) Wonosari, Kab. Klaten, Jawa Tengah, dan bongkar muat barang dalam minibus grandmax.

Meneliti kegiatan tim karena melanggar Pasal 102d Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006, yang melibatkan amandemen “Undang-Undang Pabean No. 10 tahun 1995,” Bongkar atau simpan barang-barang impor yang masih berada di bawah kendali pabean di tempat-tempat selain tujuan yang ditunjuk dan / atau diotorisasi “. Ancaman sanksi adalah penjara maksimum 1 (satu tahun), maksimal 10 (sepuluh tahun), dan denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima juta rupee) dan Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupee). Saat ini, semua produk dan bagian yang diinspeksi dari tindakan ini disimpan di KPPBC, Surabaya untuk prosedur inspeksi lainnya

Informasi terperinci dari tindakan tersebut:

1. Isuzu GVR 34H trailer merek Jenis nomor XXXX adalah CW2. Daihatsu Gran Max dan Nopol AD ​​XXX4 RQ3. 1542 gulungan kain poliester (kain tenun poliester) – nilai akomodasi yang disebabkan oleh kinerja dan potensi kerugian Negara / wilayah: 1. Nilai komoditas Rp1.067.367.564.002. Status hilang Rp1.181.122.776,00

Verifikasi identitas (singkatan): 1. S adalah pesanan barang. TW bertindak sebagai penjaga barang. 3. J bertindak sebagai penjaga barang. J bertindak sebagai penjaga barang. 5. W sebagai drive. 6. L diturunkan sebagai kuli. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *