TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai sekali lagi mempromosikan operasi gempa rokok ilegal, mengurangi sirkulasi rokok ilegal menjadi 1% pada tahun 2020. Berbagai operasi bea cukai dilakukan berkoordinasi dengan petugas penegak hukum lainnya.

Sabtu (11) / 7), maka, Bea Cukai memblokir pengiriman total 3.792.000 rokok ilegal dan dilanjutkan pada Senin (13/07). l Grup Bea Cukai sekali lagi menindak pengangkutan total 533.000 keping rokok ilegal.

“Rokok itu terbukti siap untuk didistribusikan. Mereka tidak diblokir oleh pajak cukai, dan hingga 132.000 rokok dan rokok dengan pita pabean dapat digulung. Dikatakan bahwa ia dapat menampung hingga 400.000 batang rokok, dengan total nilai komoditas diperkirakan sebesar Rp442.640.000 dan potensi kerugian negara-negara Rp315646240.00, ‚ÄĚkata Gatot Sugeng Wibowo, Direktur Jenderal Bea Cukai Suci. -Gatot mengatakan timnya dari petugas polisi bekerja sama dengan Bea Cukai Tegal untuk mengejar tujuan mempercepat operasi di Jl. Raya Lingkar Demak menuju ke pintu masuk jalan tol.

“Kemudian tim polisi berhasil membawa bala bantuan ke area istirahat jalan tol Pemalang-Pejagan KM 294. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap muatan kendaraan yang menyertainya. Daerah istirahat yang aman,” -Menurut hasil pemeriksaan pendahuluan, Mobil, pengemudi SL (37) dan YES kenek (23) dan bukti rokok ilegal dibawa ke kantor pabean suci untuk diperiksa, selanjutnya kantor bea cukai Gatot-Saint terus bekerja untuk memantau aliran rokok untuk memastikan bahwa itu diperoleh dari departemen cukai Pendapatan negara, Gatot juga mendesak masyarakat untuk tidak berpartisipasi dalam sirkulasi rokok ilegal untuk mematuhi peraturan nasional. -Di tempat lain, kantor bea cukai Baybayur di Sumatra Barat berpartisipasi dalam operasi gempa ilegal dan menyita sebanyak 38 kotak rokok ilegal pada Selasa (14/7).

— Direktur Kantor Pabean Telukbayur Hillman Satriya (Ria) mengungkapkan jadwal operasi berdasarkan informasi publik, konon beberapa batch rokok diangkut secara ilegal dengan kendaraan penumpang.

Tentara dari Bukit Tinggi segera pergi ke daerah pelaporan. Hillman mengatakan: “Para pejabat menyita 38 kotak rokok ilegal yang tidak bisa mengandung rokok cukai.” Total potensi kerugian di negara ini diperkirakan mencapai 120.908.475 rupee. Selain itu, untuk keperluan penanganan kasus bukti, itu diteruskan ke kantor Baybayur Beacukai untuk studi lebih lanjut. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *