TRIBUNNEWS.COM-Dengan memaksimalkan pendapatan negara dari departemen pajak cukai, Jambi Bea Cukai dan Marrank Kronk sekali lagi berhasil memastikan keselamatan ratusan ribu rokok ilegal di setiap area kerja.

Sebanyak 224.000 batang rokok. Dalam operasi gempa 2020, tim pajak bea dan cukai di Jambi berhasil menyelamatkan tempat-tempat itu tanpa pita cukai, dan kerugian nasional diperkirakan 100 juta rupee. Pada hari Minggu (5/7), konvoi pergi ke Bea Cukai Jambi di Jalan Lintas Sumatera di Sekennan dan Jalan Lintas Sumatera di Sengeti Muaro Jambi untuk mendapatkan fasilitas truk dengan dua singkatan EP dan IS. Heri Sustanto, kepala Bagian Investigasi dan Investigasi Kepabeanan Jambi, mengatakan: “Pada tahun 2020, kami akan terus mengimplementasikan perjanjian kesehatan Covid-19, sehingga kami dapat bertindak berdasarkan intelijen yang sebelumnya diperoleh.” Menurut informasi ini, tim petugasnya. Tiba di tempat kejadian, setelah diperiksa, ada 19 rokok ilegal di truk-sejauh ini, penyegelan fasilitas transportasi dan saksi telah dijamin di Kantor Pabean Jambi. Diduga, tindakan ini melanggar “UU Pajak Penghasilan No. 39 tahun 2007”. Selain itu, Kantor Pabean Malang juga melakukan kegiatan seismik ilegal di Kabupaten Malang (yaitu, daerah Tulum), memastikan 17.292 rokok ilegal pada Kamis (2/7). Agen rokok dari berbagai merek tidak dihormati oleh kaset konsumen yang diperoleh di beberapa toko.

Latif Helmi, kepala Kantor Pabean Malang, mengungkapkan bahwa petugasnya berpatroli di dekat desa T Stackrenteng di daerah Tulum. Beberapa waktu kemudian, para pejabat curiga bahwa salah satu toko kelontong melaporkan penjualan rokok ilegal. Para pejabat kemudian menemukan puluhan ribu rokok ilegal dari berbagai merek, yang tidak terjebak dalam stempel yang disimpan dan dijual.

Saat ini, masalah ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut, “kata Latif.” Latif mengatakan bahwa Bea Cukai Malang akan terus memantau informasi dan laporan distribusi rokok ilegal di daerah tersebut. Daerah Da Malang.

“Penjualan rokok ilegal akan membunuh industri rokok kecil dan juga berdampak pada industri rokok besar. Karena itu, tidak ada pilihan selain menindak pelanggar sesuai dengan peraturan yang berlaku.” Kesimpulan. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *