Padang TRIBUNNEWS.COM-Dalam memantau barang-barang ilegal (terutama untuk mencegah narkotika memasuki Indonesia), petugas bea cukai tidak hanya mencegah penyebarannya, tetapi juga sekelompok anjing pelacak. Narkotika (K-9).

Hendra Prasmono, kepala Distrik Bea Cukai Bali Nusra, mengungkapkan bahwa unit K-9 digunakan untuk operasi pengawasan untuk mencegah penyelundupan narkoba ke wilayah Indonesia dari luar negeri atau melalui saluran lain hingga 2020 Pada bulan Mei 2005, tim K-9 kami berhasil membuat frustrasi 7 jenis kasus penyelundupan narkoba, dimana 5 kasus berhasil dihindari melalui transportasi dan menggunakan paket transportasi untuk ditutup-tutupi. Dia mengatakan bahwa ada dua lagi Ditemukan di bagasi penumpang yang memasuki Bandara Internasional Lombok. “

Baca: Bea Cukai Banyuwangi mencegah ribuan rokok ilegal melewati Bali-” Dalam tujuh kasus ini, 72,33 gram obat-obatan kelas satu, 12 jenis amfetamin, dan kelas II diperoleh. 90 jenis obat psikotropika dan 80 jenis diazepa (obat psikotropika tipe IV). Hendra menjelaskan. -Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa penyelundup menggunakan berbagai metode untuk menipu petugas bea cukai. Beberapa obat-obatan narkotika harus dikemas dengan hati-hati, dicat atau ditempatkan di barang-barang lain sehingga petugas polisi tidak mencurigai apa pun. Melalui pelatihan reguler tentang indera penciuman mereka, anjing-anjing K-9 dapat menemukan narkotika tersembunyi.

Ada dua anjing pelacak narkotika (K-9) di bea cukai Distrik Nusra di Bali. Yang pertama adalah mengendus secara aktif. Anjing, dalam hal ini, anjing akan bereaksi positif, seperti menggaruk atau menggigit benda yang diduga mengandung narkotika .— Baca: Bea Cukai Yogya bekerja sama dengan BPOM untuk menyederhanakan pengisian makanan dan formulir pemasukan obat – – “Kami saat ini memiliki 7 anjing pengidap narkotika (K-9), termasuk 3 anjing pelacak aktif dan 4 anjing pelacak pasif. Hendra menambahkan: “Ini dipegang oleh enam anjing penjaga pabean.” Hendra menjelaskan bahwa unit K-9 adalah salah satu pasukan yang mendukung dan membantu bea cukai di “bidang kontrol lalu lintas”. Penumpang dan kargo dari luar negeri ke wilayah Indonesia-baca: Dari bahan makanan hingga laptop, ini adalah hadiah dari bea cukai kepada penduduk yang diserang oleh Covid-19- “memiliki indera penciuman,” Hendra menyimpulkan: ” Perangkat K-9 adalah salah satu perangkat deteksi paling efektif untuk memberantas perdagangan narkoba. “

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *