TRIBUNNEWS.COM-Kepabeanan dan Cukai Mataram (Bea Cukai dan Cukai Mataram), bekerja sama dengan Biro Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat dan AVSEC Angkasa Pura I, melakukan pemberantasan narkoba, dan memastikannya melalui tiga tindakan represif Keamanan obat-obatan. Diperoleh obat selama operasi SHINTER di Bandara Internasional Lombok.

I Putu Alit Ari Sudarsono, kepala bea cukai Mataram, mengatakan bahwa melalui tiga tindakan terkoordinasi, agen berhasil memperoleh 224,4 gram narkotika.

“Meskipun jumlahnya kecil, itu membuktikan bahwa petugas kepolisian waspada dan berhati-hati dalam memastikan barang-barang terlarang yang dibawa oleh penumpang pesawat. Selain itu, tindakan tersebut sejalan dengan instruksi Presiden. Ali mengatakan bahwa Republik Indonesia memerintahkan lembaga penegak hukum untuk membasmi Indonesia Distribusi obat. Pula I melakukan operasi pemusnahan. “Penghancuran bukti dilakukan dengan mencampurkannya dan melarutkannya dalam air yang dicampur dengan minyak bumi. Dan terkubur di tanah, “tambah Ali.

Di masa depan, bea cukai akan terus memperkuat kerja sama dengan petugas penegak hukum lainnya untuk memantau penyelundupan narkoba.” Bea Cukai Mataram sepenuhnya mendukung kegiatan perburuan narkoba untuk keuntungan. Ari menyimpulkan. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *