TRIBUNNEWS.com Nanga Badau, 17 Februari 2020-Bea Cukai mengambil berbagai cara untuk mensosialisasikan tugas-tugas utama dan fungsi-fungsi agensi kepada publik. Diharapkan bahwa masyarakat dapat memahami dan bekerja dengan pejabat bea cukai untuk melakukan tugas-tugas seperti melindungi masyarakat dari impor yang dilarang, mempromosikan industri dan perdagangan, dan menjadi pengawas untuk melindungi hak asasi manusia nasional. Transportasi barang-barang terlarang. Pajak konsumsi harus dibayar. Ini termasuk jalan manual kebiasaan Nanga Badau atau kunjungan ke rumah Telian Sungai Betang di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Tidak jauh dari pos perbatasan Pdao (PLBN), petugas bea cukai ada untuk menjaga perbatasan negara.

Wijang Abdillah, kepala Kantor Pabean Nanga Badau, berbicara tentang Rumah Betang. “Rumah Betang adalah hunian dengan struktur kayu yang memanjang lebih dari 100 meter. Suku Dayak mendiami komunitas tersebut dan terdiri dari puluhan keluarga. Bagi orang Dayak, rumah Betang berperan dalam menjaga nilai-nilai tradisional tradisional. Rumah ini Perumahan masih banyak didistribusikan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Selain panjang, kita juga bisa menentukan bahwa rumah Betang masih panggung. “

Menurut Wijang, rumah Betang dapat menampung 150 orang atau 5-30 orang. Keluarga, atau lebih. “Seperti yang dapat Anda bayangkan, hidup di bawah satu atap memungkinkan mereka berkomunikasi dan memelihara kerabat. Bahkan dalam ekonomi, pekerjaan, dll., Mereka dapat saling melindungi dan membantu. Ini juga alasan mengapa kami mengunjungi rumah Betang di Trian. Sungai ,”Dia berkata.

Laut Nanga Badau hadir pada 02/02 pada hari Minggu dan membawa kegembiraan ke Rumah Betang di Sungai Telian. Pejabat bea cukai berkomunikasi dengan penduduk dan melaporkan bahwa misi bea cukai adalah untuk mempromosikan perdagangan dan pengembangan industri, melindungi perbatasan dan melindungi orang Indonesia dari Dilanggar oleh transaksi selundupan dan ilegal, dan mengoptimalkan pendapatan nasional bea cukai dan pajak konsumsi. Di rumah Betang, berbagai kegembiraan juga terjadi. Lusinan anak-anak dengan antusias berpartisipasi dalam kegiatan, termasuk permainan refleksi, waktu transportasi, dll. Petugas bea cukai Nanga Badau juga menyediakan suvenir dan hadiah untuk anak-anak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *