TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai dan lembaga lainnya di perbatasan darat dan laut bekerja untuk terus meningkatkan pengawasan, salah satunya adalah sinergi dengan petugas penegak polisi. Bea Cukai Entikong dan Bea Cukai Daerah Sulawesi Selatan (Sulbagsel) mengoordinasikan pengawasan dan penegakan perbatasan dengan Polda dan Polairud.

Bea Cukai Entikong, pada hari Rabu 02/19, lembaga terkait di Cross-Border Post (PLBN) Entikong menerima kunjungan kerja dari Kepala Polisi Kalimantan Barat untuk mengoordinasikan pengawasan dan penegakan hukum di daerah perbatasan darat di Indonesia dan Antara Malaysia.

Ristola SI Nainggolan, kepala bea cukai Entikong, menjelaskan bahwa koordinasi telah dilakukan untuk bertukar informasi tentang hak dan fungsi masing-masing lembaga, termasuk bea cukai perbatasan. Kapolda Kalimantan Barat juga berniat memeriksa daerah perbatasan di wilayah kerjanya. “Kunjungan ini melibatkan informasi tentang keberadaan badan-badan perbatasan. Selain Entikong PLBN, ia juga mengunjungi Aruk PLBN, Pos Jagoi Babang dan PLBN Nanga Badau,” jelas Ristola (Polairud), dengan tujuan membangun sinergi lembaga penegak hukum laut Dan koordinasi. – Pejabat Sementara Direktur Kantor Bea Cukai Hartono di Surbasi mengungkapkan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mencari langkah-langkah kerja sama antara bea cukai dan Polarud untuk menangani penyelundupan barang ilegal dan meningkatkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tingkatkan penegakan hukum maritim dan pertahankan masalah keamanan Sudan. “- Impor ilegal barang-barang dan penyalahgunaan negara aset aset laut, tidak harus diawasi,” Rap Getto. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *