TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, bea cukai tidak berhenti memberikan layanan dan pengawasan untuk mendorong roda ekonomi, terutama roda gigi yang terkait dengan “bisnis impor dan ekspor”. Kali ini, untuk mendorong kegiatan ekspor, Bea Cukai Gorontalo akan memberikan bantuan dalam bentuk inspeksi fisik dalam persiapan untuk ekspor minyak sawit.

Dede Hendra Jaya, kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo, mengungkapkan pada Sabtu (05/09) bahwa Bea Cukai Gorontalo sedang melakukan pemeriksaan fisik barang minyak kelapa sawit (PAO) yang diekspor sebagai PT. Sinar Sawit Indo .

“Ini adalah pertama kalinya Bea Cukai Gorontalo melayani bisnis ekspor minyak kelapa sawit. Komoditas minyak sawit berbobot 206 ton dan akan diekspor ke Ningbo dalam wadah 10 kaki 20 kaki, Dede mengatakan. Nilai total ekspor Cina ke Cina adalah 79.000 dolar AS.

Minyak asam kelapa sawit adalah produk sampingan dari minyak kelapa sawit, terutama digunakan untuk pakan ternak, bahan pembuatan sabun dan produksi asam lemak suling. Minyak kelapa sawit asam langsung dari Gorontalo Ekspor langsung kota, yang pasti akan menguntungkan kawasan ini, karena akan berdampak positif pada perekonomian regional Gorontalo dan pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh Gorontalo. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *