TRIBUNNEWS.COM-Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 dapat menyebabkan masalah ekonomi dan dapat memicu berbagai tindakan ilegal karena penutupan operasi industri domestik. Untuk memastikan bahwa ada pedagang yang secara legal mengoperasikan bisnis mereka di pasar domestik, Bea Cukai Banyuwangi terus mengawasi dan menegakkan hak-hak.

R. Evy Suhartantyo, kepala bea cukai Banyuwangi, mengungkapkan pada pertengahan Mei bahwa bea cukai dan bea cukai Banyuwangi telah membatasi peredaran rokok ilegal. Operasi berlangsung pada 12 Mei, ketika Tim Operasi Pabean Banyuwangi mengikuti jalan raya Situbondo untuk memantau pelabuhan Ketapang Crossing di Banyuwangi. “Rokok ilegal berhasil dihentikan setelah melewati Jalan Situbondo dan kemudian dibawa ke halaman pabean Banyuwangi untuk diperiksa,” kata Evy. Nilai perkiraan kantong putih, 2 filter rokok dan 1 kantong kertas rokok adalah Rp24.480.000, dan potensi kerugiannya adalah Rp10.920.000.

“Kesuksesan tidak dapat dipisahkan dari kerja tim yang baik dan sinergi yang baik antar agen, seperti praktik Probolinggo. Kami tidak dapat bekerja sendiri, hanya komunikasi dan kerja sama yang baik yang dapat membawa kesuksesan”, Evey Disimpulkan. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *