TRIBUNNEWS.COM-Sinergi kepabeanan dan Biro Investigasi Kriminal Kepolisian Indonesia (Bareskrim Polri) sekali lagi menggagalkan penyelundupan narkoba ke Indonesia melalui perairan Krueng Peureulak di Aceh pada hari Kamis, 21 Juni. Sebanyak 119 kg metamfetamin disita dengan metamfetamin Petugas Polisi Khusus Narkotika berhasil mengamankan kapal KM Teupin Jaya kali ini.

Syarif Hidayat, kepala bea cukai internasional dan antarlembaga, mengungkapkan urutan tindakan kronologis yang diambil oleh patroli BC 20002. Mengenai apakah ada kapal motor yang diduga membawa narkoba di perairan Krueng Peureulak. Menurut informasi yang diperoleh, Satuan Tugas Patroli Maritim BC 20002 memantau daerah tersebut. Berjarak 17 kilometer dari Kuala Langsa ke arah Bayeux. Petugas mengambil tindakan untuk menghentikan kapal. Setelah berhenti dan berhasil mengangkatnya ke darat, para kru memeriksa kapal. Syarif mengatakan: “Menurut hasil pemeriksaan, ia menemukan kargo dalam bentuk panci, dikemas dalam 119 paket dengan berat sekitar 1 kilogram.” – Sebagai tindak lanjut dari penangkapan, kapal, barang bukti dan tiga tersangka Bawa ke Pabean Kuala Langsa untuk inspeksi dan penelitian. Bea Cukai juga berkoordinasi dengan polisi untuk melakukan penyelidikan kriminal untuk mengembangkan dan menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Investigasi kriminal unit polisi nasional mengindikasikan bahwa kasus ini telah memasuki tahap pengembangan jaringan pengawasan, yang merupakan daftar personel yang mencari polisi pada tahun 2014.

Bea cukai juga telah melakukan penumpasan dan kerja sama dan sinergi yang didirikan dengan Bareskrim tidak terpisahkan. Polisi Nasional, khususnya Biro Kejahatan Narkoba. Kerja sama yang didirikan dalam tiga tahun terakhir ini berfokus pada berbagi informasi, operasi bersama, dan investigasi bersama. Sinergi kedua lembaga ini merupakan langkah strategis untuk menghilangkan perdagangan narkoba ilegal di Indonesia agar memiliki dampak terbesar pada jaringan narkoba. Sinergi yang dihasilkan dari perang melawan narkoba, diikuti oleh pengungkapan jaringan narkoba, akan memberikan wawasan tentang peta risiko dan informasi yang akan digunakan kembali untuk mengembangkan langkah-langkah baru untuk memberantas dan memerangi patroli maritim. Bea Cukai-Kali ini, untuk barang selundupan, Bea Cukai telah meningkatkan jumlah kasus anti-narkoba sepanjang tahun 2020. Hingga Juni 2020, 331 kasus penyelundupan telah berhasil dihentikan. Tindakan ini merupakan wujud nyata komitmen pabean untuk melindungi rakyat Indonesia dari bahaya narkoba. Bea Cukai juga akan terus bekerja sama dengan personel penegak hukum lainnya untuk meningkatkan intensitas dan efektivitas pengawasan. Jika ada kegiatan ilegal atau kegiatan ilegal ditemukan, masyarakat juga dapat mendukung kegiatan ini dengan melaporkannya ke pihak berwenang. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *