Myanmar, TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah akan melanjutkan upayanya untuk menghilangkan peredaran obat-obatan narkotika di berbagai wilayah Indonesia. Personil penegak hukum terus memantau dan menegakkan hukum secara mandiri dan kolaboratif.

Kali ini, Badan Pabean dan Narkotika Nasional (BNN) Maluku berhasil mencegah penyelundupan narkoba melalui metode pengiriman paket, Kamis (9/7/2020).

Baca: Bea Cukai-Karantina mengadopsi layanan inspeksi impor satu pintu berdasarkan penawaran-Saut Mulia, Direktur Jenderal Bea Cukai Ambon, mengungkapkan bahwa prosedur litigasi diperoleh dari bea cukai Sulawesi barat daya Informasi dimulai. Sartre mengatakan: “Tim Bea Cukai Narkotika dari Kantor Pabean Daerah Sulawesi Selatan telah memberi tahu kemasan obat dari tuduhan itu.”

Menurut intelijen, Bea Cukai Ambon, Bea Cukai Maluku dan BNN telah melaporkan ke provinsi Paket tersebut telah melakukan operasi bersama.

Metode yang digunakan adalah untuk menyamarkan paket dengan menampilkan konten di ponsel. Pejabat gabungan kemudian memantau dengan cermat gudang kargo di Bandara Internasional Patimura di Ambon sepanjang Rabu (8 Agustus 2020).

Baca: Ribuan rokok ilegal didukung oleh bea cukai

“Keesokan harinya, agen mengoordinasikan setoran bisnis dan layanan pelacakan, tetapi paket itu tidak diambil pada hari Kamis. Jumat keesokan harinya ( (10 Oktober 2020), petugas diberitahu untuk mengambil paket, “Harap dicatat. Pejabat gabungan itu menangkap dua orang yang mengambil paket itu. Dalam kemasan penerima dengan inisial GSA dan RSW, bukti yang ditemukan adalah kemasan hitam berisi 5,8 gram tembakau gorila yang disembunyikan dalam kasing ponsel lama. Golden Zeus V2. — Bacaan: Komitmen Madura terhadap Kawasan Industri Produk Tembakau Madura Menurut Kabupaten, Pajak Pabean dan Konsumsi

“Menurut informasi yang diberikan oleh penerima, barang dikirim Biasanya dipesan oleh teman-temannya sebagai “asli”, “kata Savut. -Untuk ini, bea cukai Ambon menyerahkan bukti barang dan penerima ke BNN di Maluku untuk diproses lebih lanjut. Keprihatinan yang berkembang tentang distribusi obat-obatan narkotika harus ditangani bersama-sama.

Bea cukai dan personil penegak hukum lainnya akan terus bekerja sama dan berkomitmen untuk pemantauan dan penegakan berkelanjutan untuk memberantas distribusi obat-obatan narkotika di Indonesia. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *