TRIBUNNEWS.COM-Sebagai lembaga yang juga berkomitmen untuk mempromosikan pembangunan ekonomi regional, Bea Cukai Bogor dan Pemerintah telah membangun kembali sinergi dalam diskusi antara kedua lembaga melalui Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor. Setelah itu, di Kantor Pabean Bogor (04/3). -Ganjar Gunawan, Direktur Biro Perindustrian dan Perdagangan Bogor, didampingi oleh Direktur Industri dan Perdagangan, Uju Juyono menjelaskan bahwa pihaknya telah langsung berkoordinasi dengan berbagai lembaga sesuai dengan misi Disperindag.

“Kami akan lebih gugup dalam program Disperindag dan Bea Cukai Bogor, mengoptimalkan penggunaan dana untuk berbagi manfaat pajak konsumsi tembakau (DBHCHT), dan mengekspor kembali potensi ekspor Kota Bogor,” katanya. Misalnya, berikan jumlah data yang diperlukan, dan promosikan kegiatan impor dan ekspor Perusahaan Kota Bogor.

“Potensi ekspor yang terwujud dari Kota Bogor termasuk ikan hias, produk-produk dari industri kreatif, dan ekspor baru-baru ini senilai US $ 1,2 triliun larva kering (mag), produk-produk PT Bio Cycle India ke Inggris,” kata Tadang. — “Memberikan kemudahan pajak untuk industri kecil dan menengah ke Zona Perdagangan Bebas KITE-IKM akan selalu menjadi kegiatan yang dilakukan dalam industri fisik, seperti produk dari perusahaan outsourcing global hingga usaha kecil dalam populasi.” Menyediakan fasilitas Zona Perdagangan Bebas untuk perekonomian Ini berdampak, “kata Tatang.

Dalam waktu dekat, sinergi antara Bea Cukai dan Disperindag Kota Bogor akan dicapai melalui kegiatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dan ini tentu saja akan melibatkan seluruh masyarakat. Diharapkan bahwa masyarakat dapat memahami fungsi kedua lembaga ini lebih dekat dan mempromosikan potensi ekonomi kawasan dan negara dengan antusias. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *