TRIBUNNEWS.COM – Kantor Pabean Daerah Khusus Kepulauan Riau berhasil mencegat kapal KM Putra Abadi, yang sarat dengan teka-teki gergaji dan jatuh ke dalam kategori larangan dan pembatasan. Operasi berlangsung di perairan Pulau Labon Kecil pada Jumat (03/04). Agus Yulianto, kepala Kantor Pabean Khusus Kepulauan Riau, mengungkapkan bahwa kapal akan berlayar ke Singapura sebelum mengambil tindakan terhadap kapal KM. Seseorang melihat Putra Abadi di atas speedboat, dan beberapa orang di dalamnya meninggalkan fasilitas transportasi.

“Petugas bea cukai Kepulauan Riau berusaha untuk mengejar speedboat dan menghindari risiko merusak fasilitas transportasi. Pada saat yang sama, beberapa petugas bea cukai di Kopri memeriksa kapal KM,” kata Argus. ——Karena air dangkal dan ketidakmampuan untuk mengejar ketinggalan dengan speedboat, speedboat kehilangan jejak di belakang pulau-pulau di sekitar Pulau Rabang Kesir. Setelah diperiksa, KM. Putra Abadi kosong dan tidak dijaga, penuh potongan-potongan puzzle – untuk selanjutnya memeriksa beban dan menyelesaikan pelanggaran fasilitas transportasi KM. Putra Abadi dibawa ke daerah khusus pabean Kepulauan Riau. Kasus KM. Kasus PUTRA ABADI yang memuat barang-barang LATTAS dapat dikenai sanksi pidana untuk pengangkutan barang-barang Lartas tanpa dilindungi oleh dokumen bea cukai, dan melanggar Keputusan No. 17 tahun 2006, yang melibatkan perubahan atas Keputusan No. 10 tahun 1995. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *