TRIBUNNEWS.COM-Di berbagai daerah, inspeksi pabean berkelanjutan dilakukan untuk memerangi peredaran rokok ilegal. Tidak hanya di area produksi rokok di Jawa tengah dan timur, tetapi juga di area distribusi untuk menegakkan hukum untuk memastikan bahwa penyebaran rokok ilegal dihentikan. Kali ini, Bea Cukai Kudus, Bea Cukai Malang, dan Bea Cukai Kuala Langsa berhasil melindungi rokok ilegal dan mencegah hilangnya negara. Kantor-kantor ini “Bea Cukai Suci” campur tangan pada Kamis (20/02) dan Kamis (27/02). Syarif mengatakan: “Dalam operasi pertama, Bea Cukai berhasil mencegah pengiriman 1,59 juta rokok ilegal dengan nilai perkiraan lebih dari 1,6 miliar rupee, yang dapat menyebabkan hilangnya 994 juta rupee,” menunjukkan bahwa karena rokok ilegal di Sidoar Di bawah pengawasan Pabean Qiao, otoritas untuk mengawasi masalah ini akan didelegasikan ke pabean Sidolcho untuk menanganinya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pada saat yang sama, mulai dari operasi kedua, para agen berhasil menculik dua orang di daerah Jepala (25/02). Para tersangka MAA dan AFH membawa rokok tanpa pajak konsumsi, dan berhasil memblokir total 81.600 rokok. Nilai barang ilegal diperkirakan 83,2 juta rupiah, dan potensi kerugian negara telah mencapai rupiah. Operasi pertama dilakukan pada hari Kamis, 20/02, ketika rs ditangkap oleh kantor untuk pengangkutan rokok ilegal diperiksa.

Menurut inspeksi, 256.750 rokok ilegal tanpa dokumen pajak cukai ditemukan di kendaraan ini. Pada hari kedua Jumat (21/2), polisi kembali berhasil mendapatkan rokok ilegal di sebuah bangunan kosong di desa Rejosari di Kabupaten Malang. Setelah penggerebekan, polisi menemukan 681.720 batang ilegal. Syarif mengatakan: “Berdasarkan dua operasi, potensi kerugian negara yang diselamatkan diperkirakan mencapai 426,9 juta rupee.”

Tidak hanya di Jawa, bea cukai juga di Nangroe Aceh Darussalam Bawa. Dari 24 hingga 25 Februari 2020, pejabat bea cukai melakukan operasi pasar dan berhasil menyita 58.000 rokok ilegal. Nilai barang diperkirakan 23,2 juta rupiah, sementara kerugian negara yang diselamatkan diperkirakan 21,4 juta rupiah.

Sharif mengungkapkan bahwa Bea Cukai akan terus mengambil langkah-langkah untuk memerangi aliran rokok ilegal. Syarif menyimpulkan: “Kami melakukan ini untuk menciptakan praktik bisnis yang baik bagi pengusaha yang mematuhi hukum dan menegakkan keadilan bisnis. Kami berharap tindakan kami yang berkelanjutan akan memiliki efek jera pada elemen-elemen ini.” (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *