Pontianak TRIBUNNEWS.COM-Pontianak Petugas Bea dan Cukai Pontianak menangkap seorang warga negara Malaysia (WN) pada Sabtu 24/02 karena mengangkut obat-obatan metamfetamin dari Kuching, Malaysia. Singkatan bahasa Inggris yang mencurigakan AW (37) adalah penumpang Penerbangan AirAsia AK 1028, ditetapkan di terminal kedatangan internasional Bandara Internasional Supadio Pontianak.

Zulkarnain, Direktur Layanan Advising dan Informasi Bea Cukai Pontianak mengatakan bahwa orang asing Malaysia membawa satu gram metamfetamin. Dia menjelaskan: “Dalam perjalanan dari Kuching ke Pontianak, seorang penumpang AirAsia adalah seorang pria dari Primitive Airlines yang menyembunyikan satu gram metamfetamin dalam tumpukan pakaian di saku celananya ketika dia ditangkap.” -Tidak hanya itu, menurut Zulkanain, tes urine tersangka sebelumnya menunjukkan hasil positif yang mengandung metamfetamin, dan sekarang penumpang dan barang bukti telah diserahkan ke Kepolisian Kabupaten Kalimantan Barat untuk diproses lebih lanjut. Dia juga menekankan bahwa jaringan narkoba tidak akan pernah berhenti menyelundupkan narkoba yang membahayakan anak-anak di negara ini. “Untuk alasan ini, kami mendesak masyarakat untuk selalu dapat memperkuat kemampuan mereka dan mendukung pemerintah dalam memerangi distribusi obat-obatan narkotika, terutama untuk melaporkan tindakan mencurigakan kepada pejabat penegak hukum. Kami juga berharap untuk menjaga sinergi yang baik antara undang-undang. Aparat penegak hukum akan Lanjutkan dan perbaiki setiap saat untuk melindungi komunitas dari ancaman barang ilegal. “(*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *