TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Teluk Nibung memadamkan 3.907.583 rokok ilegal dan 683 pak pakaian tua di Baganasahan, kompleks bea cukai dan gudang konsumen di Distrik Tanjungbalai, Distrik Asahan, Rabu (Rabu) dan menjadi Properti Negara (BMN). 6/5) .

I Wayan Sapta Dharma, kepala Kantor Pabean Teluk Nibung menjelaskan bahwa barang-barang ini berasal dari sekelompok orang yang melakukan pajak konsumsi, pemboman ilegal rokok, koper dan muatan penumpang dan kru. Ekspor.

Penghancuran terjadi di dua tempat yang berbeda, yaitu Tanjung Bharaj dan Teluk Bela. Hal ini disebabkan fakta bahwa beberapa produk penuntutan sudah ada di terminal kantor bea cukai di Bellawang, Sumatera Utara.

“Dari semua tindakan, agen kami berhasil memperoleh 3,9 juta rokok dan 225 botol alkohol yang tidak termasuk dalam pita. Pajak konsumsi palsu atau pita ‘pajak konsumsi’. – Pada saat yang sama, sejak melewati terminal feri dan ekspor Karena kapal itu di bawah pengawasan, agen bea cukai dan kargo Teluk Nibang berhasil mencegat 683 kantong pakaian lama, 11 potong karpet plastik, 40 botol susu, mobil bekas / suku cadang / aksesoris motor dan barang-barang lainnya, 28 sepatu, 1 kotak sepatu, Siwa Kemu 1 tas, 9 ponsel, karton 1 karton dan 10 kotak obat-obatan, deklarasi item adalah I Wayan, termasuk item yang dilarang / dibatasi, dan masuk tanpa otorisasi dari otoritas yang berwenang. — Kecuali pejabat bea cukai Selain hasil tindakan dan cukai di Teluk Nibung, ada beberapa rokok sebagai akibat dari tindakan yang diambil oleh polisi Labuhan Batu.

“Nilai barang yang rusak adalah sekitar Rp 7.14 1.560.400 dan karena cukai, pajak cukai dan impor Pajak Rp2.344.549.800 dan potensi kerugian negara “, I Wayan menjelaskan. Selain melakukan bisnis di bidang pendapatan pemerintah negara bagian, I Wayan juga telah menambahkan cukai pajak konsumsi bea cukai (pengumpul pendapatan) dan pelindung masyarakat dan industri Bantuan, perlindungan masyarakat dan kompetisi perdagangan yang adil. Dia menyimpulkan: “Dalam pandemi Covid-19 saat ini, kami akan terus bekerja untuk memantau dan menghentikan impor ilegal dan distribusi barang-barang ilegal dan berbahaya, dan terus bekerja keras untuk menyediakan pendidikan kepada masyarakat. “(*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *