TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Semarang terus menjalankan fungsi pengawasannya, yang sejauh ini telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah sirkulasi rokok ilegal dalam bentuk produk tembakau yang dilarang oleh pajak konsumsi triad. Operasi berlangsung pada Sabtu (6 Juni 2020) pukul 04.00 Waktu Standar Dunia (WIB). 05:00 WIB terletak di area istirahat Gajahmungkul Jatingaleh-Krapyak, Kota Semarang. .

Dalam kendaraan ini, tidak ada perangko cukai yang berisi 100 kotak barang konsumen (BKC) yang berisi 1.600.000 gram rokok cengkeh buatan mesin (SKM). Nilai pajak konsumsi rokok yang harus dibayar dengan nama merek “EURO GOLD” adalah IDR 616.000.000, pajak rokok adalah IDR 61.600.000, dan total potensi kerugian adalah IDR 677.600.000. Bea Cukai Semarang menggunakan rokok ilegal selain Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk pengawasan pabean.

Bea Cukai Semarang bekerja sama dengan tim Bagian Penegakan Hukum dan Investigasi Hukum Pabean Jawa dan Yogyakarta, dan juga mengambil tindakan terkoordinasi, mengambil tindakan berikut: WIB berhenti memeriksa kendaraan pemegang rokok ilegal pada pukul 3:00 pagi. Mengenai pajak konsumsi pada tahun 1995, pajak ini direvisi oleh UU No. 39 tahun 2007.

Untuk memastikan tindak lanjut dari langkah-langkah yang diambil, tim Bagian Investigasi dan Kontrol Bea Cukai Semarang mengumpulkan bukti dan melakukan penelitian lain pada pemeriksaan. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *