TRIBUNNEWS.COM-Dalam pandemi Covid-19, petugas pajak bea cukai dan konsumsi menunjukkan bahwa cara di mana pedagang narkoba memasuki Indonesia telah berubah.

Sebelumnya, menyembunyikan narkotika di dalam tubuh dan menyembunyikan penumpang di bagasi penumpang masih merupakan modus, operan yang paling umum digunakan untuk penyelundup, dan kemudian penyelundupan terbaru obat-obatan narkotika, zat psikotropika, dan prekursor ( NPP) model. , Pindah ke layanan barang / transportasi.

“Serangan pandemi Covid-19 jelas tidak mengurangi niat penyelundup narkoba. Di akhir perdagangan narkoba, setelah rute Bandara Internasional Hussein Sastra Nigala ditutup, perdagangan narkoba melewati 10.000. Kantor Pos Pabean Panjang. Pada bulan Maret, “Direktur Bea Cukai Dongyon Dwiyono Widodo mengatakan, Jumat (19/6).

Dwiyono menjelaskan bahwa selama periode dari 1 Januari 2020 hingga 18 Juni 2020, Tim Intersepsi Kepabeanan Bandung di Jawa Barat, Kepolisian Kabupaten Metro Jaya, Kepolisian Kabupaten Jawa Barat, Kepolisian Kabupaten Bandung Kepolisian Daerah Karawang dan Kantor Pos Umum Indonesia menggagalkan kegiatan penyelundupan Kepolisian Nasional Prancis melalui kantor pos pabean ekspedisi. Bandung melakukan enam pengukuran: total 1.962 gram metamfetamin, 514 gram EMB-FUBINACA, 150 gram 5F-EMB-PINACA dan 22 gram 5F-MDMB-PICA didirikan. Semua obat-obatan narkotika adalah obat narkotika tipe I berdasarkan Permenkes nomor 2020 selama 5 tahun, di antaranya EMB-FUBINACA, 5F-EMB-PINACA dan 5F-MDMB-PICA digunakan sebagai bahan tembakau gorila.

“Upaya terlarang dilakukan melalui pemberitahuan, dan jenis barang impor yang salah disembunyikan dalam paket pengiriman. Selain itu, bukti dan tersangka akan dikembangkan lebih lanjut,” lanjut Dwiyono.

Sinergi yang diciptakan oleh seluruh tim intersepsi menyelamatkan ± 18.725 nyawa (dengan asumsi tujuh orang dapat mengkonsumsi satu gram).

Tidak Hanya di Bea Cukai Bandung, departemen layanan transportasi menghapuskan perdagangan narkoba dan diluncurkan di Bekasi (12/06) pada hari Jumat. Sinergi antara Kantor Pabean Obat Narkotika, Pabean Bekasi dan Kepolisian Metropolitan Bekasi, mencegah layanan transportasi JNE yang mengangkut Heidan Bakir Azhar Hadar dari Medan ke Bekasi , Yang mengandung 66,3 gram ganja kering dikemas.

Aplikasi dibuat melalui pengiriman terkontrol (CD) dari penerima dan pemilik barang, dan kemudian tersangka dan bukti ditransfer ke Kantor Polisi Metro Bekasi untuk informasi lebih rinci. . (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *