TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, pemantauan terus-menerus terhadap barang berbahaya, ilegal, dan pajak pejabat konsumsi sekali lagi menggagalkan berbagai kegiatan penyelundupan narkoba di berbagai wilayah.

Bea Cukai Cirebon memblokir pengiriman barang untuk menerima alamat Jumat (19/6/2020) di Kabpaten Kuningan (Kabupaten Lebukwangi, Kabupaten Kuningan) .Paket dikirim oleh perusahaan kurir dan terbuat dari plastik hitam Tas dibungkus. Menurut hasil pemeriksaan, Kepala Bea dan Cukai Cirebon Encep Dudi Ginanjar mengungkapkan bahwa paket itu berisi serat cokelat, yang diduga serat cokelat. Oleh karena itu, dengan bantuan perusahaan kurir, Bea Cukai Cirebon mengambil tindakan terhadap penerima barang.

Baca: Selama pandemi, Tarakan-BNNP Bea Cukai gagal menyelundupkan 6 kg metamfetamin

“Tembakau Gorilla NPP berbobot 9 gram. Mereka diserahkan ke Bupati Kuningan BNN untuk Tindak lanjut, “katanya. Tersangka diduga melanggar UU No. 35 tahun 2009 tentang narkoba. -Punahan terjadi satu hari kemudian.Pada hari Sabtu (20/06/2020), adat Bengkalis di desa Sei Selari Riau bekerja sama dengan polisi setempat Bengkalis dan berhasil mengadopsi langkah-langkah terhadap jenis perdagangan narkoba ganja. Total beratnya diperkirakan 14 kg.

Ony Ipmawan, kepala Kantor Bea Cukai Bangladesh menjelaskan bahwa aplikasi dimulai dari informasi publik yang diterima oleh Bea Cukai Bangladesh bahwa ada sejumlah besar perdagangan obat ganja kering di dekat perairan Selat Bangladesh.

Baca: Tindakan Bea Cukai Provinsi Riau telah mendorong pengembangan ekonomi Pulau Kijang

“Sebelum informasi ini, tim gabungan polisi yang terdiri dari Bea Cukai Bangladesh, Narkoba Narkoba dan Satalis Bengkalis segera ditarik kembali,” katanya. Patroli maritim dilakukan dengan menggunakan speedboat BC15048 milik Bea Cukai Bangladesh dan speedboat milik Bangladesh Airlines.

Tim gabungan tidak hanya menggunakan speedboat untuk membersihkan, tetapi juga melakukan patroli darat di sepanjang jalan pedesaan yang miskin Sei Pakning-Dumai. Bakul .

Para petugas akhirnya menemukan mobil yang mencurigakan. Para petugas dengan penuh semangat mencoba untuk meletakkan mobil, tetapi perintah itu tidak diperhatikan. Tim gabungan kemudian menembakkan senjata peringatan ke udara, tetapi gagal mengindahkan peringatan itu.

Baca: Bea cukai berencana untuk membuka kembali stasiun ski lintas negara Skouw Jayapura

“Akhirnya, tim gabungan menembak ban mobil. Kios, dan kemudian berhenti di tepi sungai,” katanya.

Tim gabungan berhasil menangkap lima tersangka yang mencoba melarikan diri dan mengambil langkah-langkah keamanan. Tersembunyi dalam paket suvenirnya – Berdasarkan hasil interogasi tersangka, diakui bahwa tersangka diperintahkan oleh tersangka M dan E di Pekanbaru. Berdasarkan pemahaman ini, petugas polisi terus mengembangkan dan menuntut tersangka M dan E di Pekanbaru.

Selain itu, para tersangka dan barang bukti dibawa ke Departemen Kepolisian Bang Bang untuk penyelidikan lebih lanjut. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *