TRIBUNNEWS.COM – Patroli Kepabeanan Maritim Riau dan Pangkalan Konsultasi Bisnis Bea Cukai Tanjung Balai Karimun telah berhasil menindak berbagai bentuk penyelundupan makanan dan minuman, pakaian lama, ban sepeda motor, dan suku cadang. — Dua ponton dari agen Malaysia dari Papua ke Bangaris disimpan oleh petugas bea cukai di perairan Tanjung Parritt di Desa Wentai, Kabupaten Banten, Kabupaten Bangalee, Selasa (10/3). Kantor Pajak dan Bea Cukai Negara Bangladesh Ony Ipmawan menyatakan bahwa operasi dimulai dengan kapal patroli pabean yang mendeteksi dua tenda dari Pa Kuba, Malaysia. Kemudian, kelompok kerja memastikan keamanan kedua kapal dan memeriksa muatan dan dokumen di atas kapal.

Kapten KM. Faisal membawa awak dan kapten KM dengan inisial Z. Huruf awal Dzaki H membawa 2 orang ABK. Kemudian, kelompok kerja membawa semua bukti dan mengirimnya ke pos pemeriksaan pabean di Bangladesh.

“” Informasi terperinci dari kedua kapal termasuk 118 kantong cabai kering, 1395 kaleng minuman ringan dalam kaleng, 16 kotak empedu, 250 kantong pakaian bekas, 60 potong ban sepeda motor, milo dan 50 kotak excimers, 2 kotak sepeda motor Bagian, 39 kotak biskuit, 24 tumpukan pipa, 9 bungkus racun tanaman dan 40 kotak perlengkapan dapur, “Ony menjelaskan.

Untuk tindakan di atas, ia telah terbukti menjadi tersangka yang melanggar peraturan bea cukai mengenai pengangkutan barang impor dan Ketentuan untuk barang impor yang tidak termasuk dalam penyelundupan impor akan dihukum penjara dan denda sesuai dengan pelanggaran yang berlaku. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *