TRIBUNNEWS.COM – Pada awal tahun ketujuh, Administrasi Umum Perpajakan (DJP) dan Administrasi Umum Kepabeanan (DJBC) terus bekerja sama dalam bentuk audit bersama untuk mengumpulkan pendapatan dari negara-negara pengeposan dan departemen bea cukai .

Kusari, Direktur Audit Bea Cukai ยท Kusari Suprianto mengungkapkan bahwa sebagai bagian dari perombakan besar pada akhir 2019, anggaran tahun ini akan digunakan untuk kegiatan tindak lanjut.

“Berbeda dari hasil tahun lalu, yang terakhir adalah bagian dari hasil pemantauan dan evaluasi. Saat ini, di seluruh audit bersama di Indonesia, sistem analisis yang komprehensif juga harus diterapkan, yang berjalan untuk rencana kerja 2020 Dapatkah dia mengatakan.- Audit bersama Administrasi Umum Perpajakan (DJP) dan Administrasi Umum Kepabeanan (DJBC) menghasilkan faktur pajak dan bea cukai 1,32 triliun rupee. DJP mengekstraksi 1,19 pada 2019 dari faktur 1,32 triliun rupee Triliun rupee faktur.-Irawan, Direktur Inspeksi dan Faktur, menjelaskan bahwa pada tahun 2020, tinjauan bersama akan melibatkan semakin banyak departemen vertikal DJP dan DJBC. Dia juga berharap bahwa Kementerian Keuangan dan lembaga terkait dapat terus bekerja sama untuk Dapatkan penghasilan publik terbesar. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *