TRIBUNNEWS.COM – Kantor Bea Cukai Daerah Rione dan Polisi Yudisial mengadakan konferensi pers di kantor investigasi kriminal polisi pada hari Rabu (12-2). Konferensi pers mencakup 59 kilogram sabu / methoxine dan 30 pil ekstasi.

Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta, Direktur Biro Pabean dan Investigasi, menjelaskan bahwa obat-obatan tersebut merupakan hasil dari tiga operasi yang berlangsung di Riau Dumai. Pertama, pada 21 Januari 2020, 15 kg dan 30 tablet ekstasi diperoleh. Kedua, 30 kg rosemary diperoleh pada 4 Januari 2020, dan akhirnya 14 kg diperoleh pada 10 Februari 2020. Dia berkata.

Mengenai peran 11 tersangka ini, mereka hanya dilayani oleh tim yang dipimpin oleh tersangka Turang. Diharapkan barang ilegal ini akan diangkut ke Medan dan Jakarta.

Wijayanta menunjukkan bahwa perkiraan nilai barang ilegal mencapai Rs 885 crore.Jika menyebar di komunitas yang lebih luas, hal itu dapat merusak kehidupan hingga 295.000 orang. Bukti dari ketiga tindakan ini telah diserahkan kepada polisi yudisial untuk penyelidikan lebih lanjut.

Karena tindakan mereka, mereka terjebak. 35, 2009, yang melibatkan narkotika, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau penjara seumur hidup minimal 6 tahun.

Wijayanta terus percaya bahwa operasi gabungan antara bea cukai dan polisi yudisial adalah yang kesepuluh dan akan terus memperkuat perlindungan untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang berbahaya ini.

“Aksi bersama aksi jaringan dan pengungkapan informasi antara bea cukai dan polisi yudisial adalah manifestasi nyata dari sinergi dan koordinasi. Polisi,” Vijay Yatan menyimpulkan. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *