TRIBUNNEWS.COM-Kantor Bea dan Cukai Daerah Riau de Pekanbaru sedang melakukan kegiatan pasar untuk memberantas peredaran rokok ilegal di Provinsi Riau. Kali ini, mulai 20 hingga 24 Juli 2020, sinergi operasi pasar diwujudkan di Jinbao dan Pekanbaru.

Ronny Rosfyandi, Kepala Kantor Pajak Bea dan Konsumsi Daerah Riau, mengatakan: Operasi tersebut bertujuan untuk menghentikan peredaran rokok ilegal di masyarakat. Dalam proses pelaksanaannya, pihak bea cukai juga melakukan kegiatan penyadaran di kalangan pedagang tentang jenis rokok ilegal, perbedaan antara rokok ilegal dan legal, serta pentingnya cukai untuk penerimaan dan belanja anggaran negara (APBN).

Tidak hanya kegiatan sosial yang beroperasi di pasar bersama ini, tetapi juga di dua toko yang masih menjual rokok ilegal dan para distributor yang kedapatan mengedarkan rokok. Rokok ilegal di toko terdekat.

Sebanyak 549.978 batang rokok ilegal disita dan dilakukan 43 tindakan penegakan hukum (43 SBP) dengan estimasi nilai barang tersebut adalah 559.067.280 dan Rp. 559.067.280 dan potensi kerugian negara Rp. 304.336.243.

“Kami juga menginformasikan kepada pengusaha bahwa dengan menjual rokok ilegal tersebut, mereka melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007. Terkait Pasal 54 Pajak Konsumsi, mereka dapat dijatuhi pidana kurungan paling singkat satu tahun dan pidana penjara paling lama lima tahun. Dan / atau denda pidana, jumlahnya minimal dua kali lipat dari nilai pajak konsumsi dan hingga sepuluh kali lipat dari nilai pajak konsumsi yang terutang, ‚ÄĚtambah Ronnie.

Dalam pelaksanaannya, pihak Bea Cukai Kanwil Riau dan Bea Cukai Pekanbaru juga telah berkoordinasi dengan Kodim 0313 Kampar untuk menjaga kondisi keamanan yang kondusif. Mengingat sinergi antara bea dan cukai dengan aparat penegak hukum lainnya, koordinasi ini dilakukan secara rutin mengingat di kawasan ini akan menghadapi beberapa kendala dalam menjalankan fungsinya. Dari sisi operasi pasar, masyarakat diharapkan semakin waspada terhadap larangan penjualan dan peredaran rokok ilegal. Selain itu, penegakan hukum rokok ilegal harus menjadi pencegah setiap toko yang menjual rokok agar kesalahan yang sama tidak terjadi di kemudian hari. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *