TRIBUNNEWS.COM-Gubernur Jambir Fachrori Umar dan Dinas Bea Cukai dan Karantina Pertanian secara resmi mengumumkan ekspor kopi Kerinci pertama kali melalui pelabuhan Talang Duku, Zambia (Kambi).

— 15.900 kg Kopi Kerinci senilai 1,3 miliar rupiah berhasil diekspor ke Belgia.

“Mudah-mudahan ekspor perdana ini menjadi motor penggerak yang penting bagi dimulainya kembali kopi Kerinci dan kopi Provinsi Jambi, sehingga seluruh daerah, tanah air dan masyarakat luas di kawasan itu lebih sadar akan hal itu,” kata Fachrori.

Ardiyatno, Kepala Kantor Pabean Jambi, mengungkapkan alasan ekspor tersebut karena Bea Cukai Jambi membuka klinik ekspor di bawah dorongan dan koordinasi departemen manajemen. Pemasangan pusat bea cukai dan departemen teknis pajak konsumsi. Ardiyatno menjelaskan hal tersebut Prosesnya sudah berlangsung kurang lebih setahun untuk mengumpulkan dan memberikan pelayanan sosial bagi petani. Rs ekspor langsung dari Jambi, jadi sekarang sudah membuahkan hasil .- “Setelah kurang lebih setahun pengenalan dan pemahaman proses ekspor, ekspor semacam ini Akhirnya bisa terwujud, ”kata Ardiyatno. Tingkat keasamannya .

Jambi memiliki produk berkualitas tinggi yang dibutuhkan pasar dunia. Namun selama ini ekspor dilakukan melalui pelabuhan selain Jambi. Produk pertanian tersebut termasuk dan berasal dari Kayu manis (Cassiavera) dari daerah Kerinci dan Merangin, cangkang sawit dari Tanjung Jabung Timur, sarang burung dan kelapa, berdampak positif terhadap hasil pertanian Jamby dan perekonomian nasional. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *