TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai akan terus memantau peredaran rokok ilegal pada 2020 mendatang. Pada Juli, bea cukai di berbagai daerah menindak jutaan rokok ilegal. Kali ini, bea cukai dan pajak konsumsi di tiga provinsi tersebut juga meningkatkan angka penuntutan terhadap rokok ilegal.

Jum’at (10/7) Tim Bea dan Cukai Kota Malang melancarkan aksi aparat penegak hukum anti rokok, sekaligus memberikan edukasi kepada pengecer rokok. — Salah satu operasinya dilakukan oleh petugas bea dan cukai di wilayah Karangploso Kabupaten Malang. Kepala Badan Kepabeanan Latif Malang menjelaskan, dalam operasi pasar semacam ini, petugas dibagi menjadi beberapa kelompok dan beroperasi di beberapa toko dan kios dengan melakukan pengecekan stok hasil penjualan rokok.

Latif mengatakan: “Kemudian tim petugas ini berhasil menemukan 10.500 rokok ilegal. Negara rugi 10,7 juta rupiah, dan potensi kerugian mencapai 4,8 juta rupiah.” Di desa lain, sebanyak 300.000 rokok ilegal Rokok dapat menyebabkan kerugian negara sebesar 136,8 juta rupee.

Barang hasil penuntutan selanjutnya dibawa ke Kantor Pabean Malang untuk pemeriksaan lebih lanjut. ‚ÄúPeredaran rokok ilegal di masyarakat menjadi tantangan besar bagi pemerintah karena berdampak negatif terhadap lalu lintas. Tembakau ilegal dapat merugikan masyarakat dengan berbagai cara, karena masyarakat membutuhkan pengetahuan dasar untuk menyadari bahwa perbedaan antara rokok legal dan ilegal. Waktu, “kata Latif.

Terkait Provinsi Riau, tim bea cukai dan pajak konsumsi dari Dumai membantu mendorong operasi pasar mulai 13-15 Juli 2020, untuk membatasi pedagang dan pedagang nakal yang masih menjual rokok ilegal. Dalam operasi pasar ini, Bea Cukai Dumai juga akan melakukan sosialisasi desain pita produk konsumen pada tahun 2020 untuk mengedukasi masyarakat.

Bea Cukai Dumai berhasil melindungi 172.780 merek rokok ilegal, menghemat potensi kerugian nasional dan menghemat Rp 103,8 juta. Barang bukti yang diperoleh kemudian diteruskan ke kantor bea cukai Dumai untuk penyelidikan lebih lanjut.

Bersamaan dengan itu, di provinsi lain, mulai 13-17 Juli 2020, petugas bea cukai di Roxumawe juga melancarkan operasi pasar, mengoperasikan toko cat yang menjual rokok, dan membuat rokok ilegal. Pedagang disosialisasikan.

Bea Cukai Lhokseumawe berhasil menindak 16.080 batang rokok dengan memastikan potensi kerugian negara sebesar 10,6 juta rupee.

Bea Cukai berharap tindakan ini dapat memberikan efek jera bagi para penjual rokok ilegal, sehingga peredaran rokok ilegal dapat terus menurun. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *