TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai akan terus melakukan berbagai tindakan dan tindak lanjut dalam menjalankan fungsinya melindungi masyarakat dan industri nasional untuk memusnahkan berbagai barang ilegal yang berstatus Barang Milik Negara (BMN). Pada Kamis (2/7), Bea Cukai Soekarno-Hatta memusnahkan 1.443 botol minuman beralkohol (MMEA), 27.600 batang rokok, dan 9.600 gram tembakau olahan di lokasi pabean Soekarno-Hatta.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta-Hatta Finari Manan mengatakan minuman beralkohol dari berbagai negara merupakan hasil pemberlakuan undang-undang di terminal kedatangan internasional dan terminal kargo Bandara Soetta sejak 2019.

“Ini adalah hasil dari dukungan kami melalui mekanisme transportasi bagasi dan penumpang antara Oktober 2019 dan Juni 2020. Saat kami tiba di terminal, kami mengambilnya dari penumpang yang melebihi batas legal untuk membawa minuman beralkohol Barang, “Finari — Tuang berbagai merk alkohol dan rokok ke dalam tong untuk dimusnahkan, lalu dicampur dengan cairan pembersih tanah, lalu tuangkan ke dalam selokan. — Finari menjelaskan bahwa terkait pengaturan bagasi, hanya di luar negeri. Penumpang itu berkata: “Jika satu liter alkohol dibawa dari luar negeri,” jika lebih dari satu liter alkohol disita di depan pemilik atau penumpang, itu akan dimusnahkan. “- Selain BMN, pihak bea cukai juga melakukan pemusnahan barang tak terkendali (BTD). Di hadapan pusat karantina tersebut, polisi dan BPOM, otoritas bea dan cukai negara bagian Tanjung Perak merusak izinnya pada Rabu 24/6 Hasil tangkapannya nyeleneh d. Tidak puas sesuai aturan instansi terkait.

Aris Sudarminto, Kepala Bea Cukai Negara Bagian Tanjung Perak, mengungkapkan, akibat petugas bea cukai dan bea cukai Negara Tanjung Perak, sebagian besar barang Barang yang dilarang dan dilarang (larva) untuk berdiri.

Aris berkata: “Beberapa di antaranya adalah hasil kebun, antara lain buah-buahan dan sayur-sayuran, rokok, alkohol, senjata, mainan, barang bekas dan produk padat lainnya. Sebelumnya, pada Sabtu, 20 Juni lalu, Bea Cukai dan Kepolisian Bangladesh juga melakukan pemusnahan barang berbahaya yang dikonsumsi berupa narkotika. Di pelataran Polres Bengkal, sebanyak 13,5 kg ganja kering dalam 14 paket dimusnahkan. , Dan Sat Pol Air Polres Bengkalis .

“Pengungkapan narkotika jelas menunjukkan sinergi yang terjalin selama ini. Kami akan terus membina hubungan baik dan berkoordinasi untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA khususnya di Kabupaten Bengkalis “, tutup Mulia (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *