TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, Bea Cukai Juanda terus melakukan pengawasan secara maksimal, termasuk mengendalikan peredaran rokok ilegal untuk menjamin hak finansial negara. Bea Cukai Juanda berhasil menggagalkan upaya pengiriman ratusan ribu rokok ilegal dengan label cukai palsu dan tanpa label cukai (rokok biasa).

Ratusan rokok ilegal ini merupakan hasil tuntutan petugas bea cukai terhadap Juanda dari Maret hingga 2004. Juni 2020. Sedikitnya ada 82 kasus rokok ilegal yang melibatkan berbagai merek rokok kretek.

Dalam 82 tuntutan, petugas memperoleh 84 karton dus dengan rincian 2714 set, 27.559 bungkus dan 540.230 batang rokok. – “Ada 484.030 batang rokok tanpa cukai dan 56.200 batang dengan cukai palsu,” kata Kepala Bea Cukai Juanda kepada Budi Harjanto (18/6). – Maksimal 540.230 batang rokok dengan perkiraan nilai komoditas Rp 551 juta dan potensi kerugian total Rp 320.529.264. . Dia menjelaskan: “Potensi kerugian negara mencapai Rp 20 juta.” Petugas Bea Cukai Juanda didampingi Kantor Pos Indonesia melakukan pemeriksaan fisik barang. Ia mengatakan: “Saat memverifikasi keaslian stempel pajak konsumsi, pejabat menggunakan stempel pajak konsumsi untuk mendeteksi keaslian stempel pajak konsumsi melalui hologram dan pembaca ultraviolet.” Nota pengiriman tidak mewakili alamat lengkap, tetapi hanya nama kota besar. . Penerima. -Budi menambahkan, ini merupakan upaya lanjutan Bea Cukai Juanda untuk memberantas rokok ilegal di tengah pandemi Covid-19. . Dia menyimpulkan: “Pada 2019, ada 55 tindakan keras.” (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *