TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai terus melakukan tindakan sekaligus melindungi industri dalam negeri dan masyarakat dari masuknya barang ilegal. Salah satu bentuk pelacakan barang tersebut adalah dengan memusnahkan barang yang ditangkap dengan status Barang Milik Negara (BMN).

Selama 2018 semester I tahun 2020, Bea Cukai Sabang melaksanakan pemusnahan BMN. Pada tanggal 30 Juni, Selasa, pihaknya melaksanakan kegiatan ini bekerjasama dengan banyak instansi di Sabang. Hanif menjelaskan, rokok yang berhasil diblokir dan diproses oleh Bea Cukai Sabang tersebut beredar di Kawasan Bebas Sabang, tidak ada stempel cukai dan tidak ada rokok Sabang. Label zona bebas khusus. Hal-hal itu yang harus dicetak pada kotak rokok. Sedangkan gula yang didakwakan merupakan hasil dari tindakan pihak lain, dengan tujuan untuk mengangkut gula tersebut keluar dari Kawasan Bebas Sabang tanpa pemberitahuan bea cukai yang sah.

“Terus bekerjasama dengan institusi dan komunitas terkait, kami akan terus mengatakan:” Terus bekerja keras memantau masuknya barang ilegal dan rilis terbaik dan profesional untuk meningkatkan bea cukai. 19. Kepala Kantor Pabean Sintete mengatakan, “Barang-barang ini dimusnahkan pada saat dipotong, dipukuli, dibuang dan dibakar.” Denny Prasetyanto – Mulai Mei 2019 hingga Mei 2020, barang masuk ke Indonesia melalui PLBN Aruk BMN yang ditangkap selama operasi dan hasil operasi pasar di wilayah kerja yang meliputi Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Danny menyimpulkan bahwa ini sebagai bentuk perlindungan bagi industri dalam negeri dan juga “elm transparan”. Pemantauan produksi kayu “. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *