TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka memperkuat kolaborasi serta optimalisasi kegiatan pengawasan dan pelayanan bagi wajib pajak, eksportir, dan importir, Kantor Pajak Bea dan Konsumsi Daerah Jawa Timur II dan KPP Oriental III Jawa menyelenggarakan rencana start up detasemen tahun anggaran 2020. Selasa lalu (14/7). -Diadakan secara online dan offline, acara tahunan sejak tahun 2017 ini juga telah diawasi oleh pihak Bea Cukai Daerah Jawa Timur II, Biro Perpajakan Daerah Jawa Timur III, dan Kepala Wilayah Kerja Pembimbing Sekaligus. Oentarto Wibowo, Kepala Kantor Pajak Bea dan Konsumsi Provinsi Jawa Timur II, dalam sambutannya mengatakan, rencana tersebut juga bertujuan untuk mengoptimalkan pendapatan negara. Kerja sama kedua lembaga di bawah Kementerian Keuangan tersebut dinilai telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penerimaan negara dari departemen perpajakan dan pajak konsumsi. Namun, ada tujuan lain yang perlu dicapai, seperti mempermudah administrasi perpajakan, dan lain-lain, ”ujarnya.

Oentarto menjelaskan, kerja sama dengan Kanwil DJP Oriental III Jawa Jawa memudahkan dia menemukan perusahaan mana saja yang memenuhi persyaratan. Tidak hanya itu. Untuk membayar pajak, tetapi juga membayar pajak nasional dalam pajak konsumsi.

Menurut Oentarto, rencana kolaboratif ini merupakan upaya tambahan untuk memaksimalkan penggunaan semua sumber daya yang tersedia untuk mendukung pencapaian tujuan perpajakan nasional melalui kedua pajak tersebut. Dan tarif impor, Ia menjelaskan: “Alasannya dalam penugasan ini, tim pajak dan bea cukai dapat saling bertukar data, informasi dan pengetahuan terkait proses bisnis masing-masing instansi. “-Karena itu, pajak bea cukai dapat menggunakan informasi ini untuk mencapai target pendapatan. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *