TRIBUNNEWS.COM-Peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan masyarakat luas, tetapi juga dapat mengancam kelangsungan usaha pelaku usaha yang taat hukum, dan dapat merugikan negara di bidang perpajakan. Hal tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam memberantas peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu, Bea Cukai Hong Kong sebagai lembaga yang berwenang di bidang pengawasan pajak konsumsi telah melakukan berbagai upaya konkrit, salah satunya dengan melakukan tindakan pemberantasan rokok ilegal. Bea Cukai Jambi, Bea Cukai Bangka Pinang, dan Bea Cukai Tanjong Pandan telah melakukan operasi terencana untuk memberantas peredaran rokok ilegal. Adat istiadat daerah. Bea Cukai Sumatera Timur (Dwijo Muryono).

Operasi dilakukan oleh petugas Bea Cukai Kantor Pabean Sumatera di kecamatan Oli, Ogan, Egan, Pahatbang dan Ogan. Agen-agen tersebut berhasil memperoleh 53.828 batang rokok ilegal dengan nilai 21,5 juta rupiah dan potensi kerugian total 25,2 juta rupiah. Barang hasil penuntutan kemudian dibawa ke kantor wilayah untuk diperiksa lebih lanjut.

Tidak hanya kantor wilayah yang melakukan tindakan, tetapi Bea Cukai Palembang juga menyelenggarakan operasi pasar dari tanggal 14 hingga 31 Juli 2020, dan melakukan tindakan atas penjualan toko. Rokok ilegal, buktinya sebanyak 127.920 batang rokok ilegal senilai Rp 44,7 juta, dan potensi kerugian nasional sebesar Rp 75,4 juta. -Ditransfer ke provinsi Jambi, petugas bea cukai Jambi berpartisipasi dalam kegiatan pasar dari tanggal 5 hingga 29 Juli untuk membatasi pedagang dan pemasok yang tidak jujur ​​yang masih menjual rokok ilegal. Lewat aksi tersebut, Pabean Jambi berhasil menyita 443.760 batang rokok ilegal berbagai merek dengan nilai 198,2 juta rupiah, dan negara bisa dirugikan total, menghemat 205,3 juta rupiah.

Pada saat yang sama, di berbagai provinsi, mulai September hingga 25 Juli, petugas Bea dan Cukai Pangkal Pinang juga melakukan operasi pasar melalui toko cat yang menjual rokok, dan melakukan investigasi dengan pemilik toko terkait rokok ilegal. Sosial. Bea Cukai Bangka Sirih berhasil menindak 41.420 batang rokok bernilai 30,8 juta rupiah, sekaligus memastikan potensi kerugian negara sebesar 15,6 juta rupiah.

Untuk wilayah Belitung, Bea Cukai Tanjung Pandan juga akan melakukan operasi pasar di wilayah tersebut mulai tanggal 7 hingga 29 Juli. Belitung juga berhasil mengamankan 688 batang rokok dan 4.220 gram tembakau iris ilegal senilai Rp 984.000. – Antara Januari 2020 hingga Juli 2020, Kantor Pajak Bea dan Cukai beserta unit kerjanya di wilayah timur Sumatera. Tindakan telah diambil terhadap 13,6 juta batang rokok, 95.234 gram tembakau iris, 5 botol ekstrak sari tembakau dan 6,83 liter vape cair, dengan perkiraan nilai komoditas 8,4 miliar rupee dan potensi kerugian nasional sebesar 8,8 miliar rupee. -Dwieyo menyimpulkan: “Melalui aksi ini, saya berharap dapat memberikan efek jera bagi mereka yang menjual rokok ilegal, sehingga peredaran rokok ilegal dapat terus menurun.”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *