TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Sulawesi Utara pada Rabu (02/09) menerima kunjungan kerja Badan Intelijen dan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Baintelkam Polri) untuk membahas penyelesaian kejahatan lintas negara di perbatasan antara Indonesia dan Filipina. -Cerah Bangun, Kepala Kantor Bea Cukai Sulawesi Utara, mengatakan meski ada kendala, pihak bea cukai masih meminimalisir penyelundupan orang dan barang di perbatasan antara Indonesia dan Filipina.

“Secara teknis, pengangkutan orang dan barang di perbatasan Indonesia terpantau. Filipina beroperasi dalam kondisi terbaik, namun masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, mobilitas penduduk lokal yang tinggi di Miangas, dan” di Filipina Orang yang membeli sembako karena produknya di sana murah, “pungkas Serra Bangun. Untuk memperkuat wilayah perbatasan dilakukan koordinasi sesuai dengan petunjuk Presiden Republik Indonesia dan Kapolri >> Perlu diperhatikan bahwa dalam menjalankan fungsinya, Salah satu jenis cukai bea cukai memiliki fungsi sebagai pelindung masyarakat yaitu melindungi masyarakat dari komoditas – Komoditas yang dilarang atau dibatasi dapat menyebabkan kerusakan pada komoditas tersebut. Kesehatan, keselamatan, dan urbanisasi moral – Sebagai salah satu bentuk pengendalian angkutan barang Peralatan dalam rangka melindungi kepentingan umum dilakukan upaya-upaya antara lain mencegah masuknya barang yang membahayakan keamanan nasional, mencegah masuknya barang yang membahayakan kesehatan dan mengganggu masyarakat, serta melindungi masyarakat dari masuknya barang yang tidak memenuhi standar. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *