TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Daerah Pabean Jawa Timur dan Administrasi Bea Cukai di wilayah kerjanya melakukan pemusnahan sekaligus barang yang dituntut sebagai milik negara.Hal ini merupakan salah satu hasil pemberantasan rokok ilegal pada tahun 2020. Pemusnahan pada Selasa (25/08) itu merupakan hasil sinergi 17 instansi pemerintah dan 8 unit kerja di bawah pengawasan Kantor Bea dan Cukai Wilayah II Jawa Timur. Oentarto Wibowo mengungkapkan, sebanyak 4.813.523 batang rokok, 324.385 gram tembakau iris, 4.382 liter alkohol, dan 364 pita cukai rusak. Selain itu, 111 impor ilegal juga diamankan melalui kantor pos bea cukai.

“Nilai komoditas ini sekitar Rp3.059.026.735,00, dan potensi kerugian bersyarat sekitar Rp 2.012.727.985,00,” kata Oentarto.

Pada saat yang sama, Bea Cukai Blitar di bawah Kantor Pabean Jawa Timur juga melakukan pemusnahan virtual barang akibat proses hukum terhadap rokok ilegal di Blitar, tempat penyimpanan barang sitaan nasional II.

“Selama operasi Gempur dari 6 Juli hingga 31 Juli 2020, kami berhasil mengadili 90.909 batang rokok dan 109 botol vape ilegal. Kepala Kantor Bea Cukai Blitar Akhiyat Mujayin menyatakan bahwa Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) Kerugian cairan yang dihasilkan sebesar Rp70.424.520,00, dan warna coklat menunjukkan potensi kerugian negara sebesar Rp40.931.510,00. Estimasi nilai komoditas adalah Rp40.259.000,00, sedangkan kerugian nasional diperkirakan mencapai Rp17.960.050,00. Rokok ilegal akan mengedarkan rokok ilegal pada tahun 2020 Kurangi sebanyak 1%.

“Kita dorong masyarakat beli rokok legal, kalau tahu peredaran rokok ilegal bisa melapor ke pabean Banyuwangi,” ucapnya. -Pabean Kediri mulai November 2019 hingga Juni 2020 Barang juga dimusnahkan.Kali ini Bea dan Cukai Kediri Jawan memusnahkan 152.888 batang rokok ilegal, 324 kg tembakau iris, 404 bungkus tembakau iris, dan barang-barang pos termasuk bagian senapan angin, suku cadang bekas, obat-obatan dan suplemen dan Item mainan seks.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *