TRIBUNNEWS.COM- “Penanggulangan pandemi tidak bisa dilakukan sendiri. Covid-19 yang telah merenggut jutaan nyawa, mengancam kesehatan semua negara di dunia. Diperlukan partisipasi bersama negara-negara untuk mendorong kerja sama konstruksi,” Direktur Jenderal Bea Cukai Soekarno Hatta Finari Manan mengatakan, Jumat (07/08), pemerintah AS memberikan 1.000 ventilator kepada pemerintah Indonesia untuk memerangi pandemi Covid-19 pada 22 Juli 2020 senilai 15 juta. 100 ventilator untuk dolar AS (sekitar 219 miliar rupee) tiba.

Kemudian, pada 28 Juli 2020, United States Agency for International Development (USAID) mengirimkan kado kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dr. Oscar Primadi, Kementerian Kesehatan, dan MPH, dengan bantuan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, di Kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta pekerjaan. Sebagai salah satu cara untuk mempercepat pemrosesan Covid -19 — Menurut Finari, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 148 / PMK.04 / 2007, layanan penanganan daruratnya adalah pihak pabean menyediakan barang impor tersebut untuk barang impor tertentu. Karakteristiknya membutuhkan evakuasi segera dari bea cukai atau bandara.

“Saat barang tersebut sampai, akan menjalani pemeriksaan pabean yaitu pemeriksaan fisik dan peninjauan dokumen oleh petugas bea cukai Soekarno-Hatta. Ia mengatakan:“ Untuk mempercepat proses impor menggunakan mekanisme pelayanan proses cepat. “-Seperti yang dinyatakan di situs web resmi Kedutaan Besar AS, ventilator yang disumbangkan secara teknologi canggih dan banyak diminati di pasar. Ventilator ini kompak dan mudah dipindahkan, dan dapat digunakan untuk operasi invasif dan non-invasif, yang akan membantu mengobati infeksi. Pasien yang terinfeksi virus Indonesia. Donald Trump (Donald Trump) pada bulan April sebagai bentuk kemitraan dan kerja sama kedua negara dalam memerangi Covid-19.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, pihak Kipas angin akan didistribusikan sesuai kebutuhan dan berskala nasional di Indonesia.Perkembangan terbaru Covid-19. Pengiriman kipas angin selanjutnya akan dilakukan secara bertahap hingga Agustus. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *