TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Riau dan Tembilahan bersama PT Pulau Sambu Group, Cabang Bulog Tembilahan dan BRI Tembilahan melakukan aksi kepedulian terhadap masyarakat Pulau Kijang dalam rangka peningkatan perekonomian masyarakat Pulau Kijang. Acara tersebut akan digelar pada Kamis (18/6/2020) lalu di Pulau Kijang.

Dalam rangkaian kegiatan ini, Kelompok Bea dan Cukai Riau mengadakan pertemuan antara produsen kelapa, pengusaha kelapa, kepala desa dan lurah di Reteh. Daerah, masyarakat dan kepala adat, di Jalan Reteh, perwakilan kelompok PT Sambu yang diwakili oleh PT Sambu Kuala Enok (PT SKE) bertindak sebagai elemen muslim. Model pemasaran dan kemitraan bertujuan untuk menyerap produksi kelapa di Pulau Kijang dengan harga tinggi yang dibutuhkan petani sesuai dengan kualitas kelapa yang diharapkan oleh PT Sambu Group. Dalam pertemuan tersebut, Tim Bea Cukai Riau juga memperkenalkan Kepala BRI Tembilahan dan Kepala Bulog Tembilahan untuk mendorong rencana penggalangan dana bagi petani melalui pinjaman komersial. Bunga rendah, BIS tanpa jaminan berdasarkan model kemitraan.

Ronny Rosfyandi, Kepala Bea Cukai Riau, mengungkapkan selain kick off meeting, tim Bea Cukai Riau juga bekerja sama dengan pihak Bulog Cabang Tembilahan untuk memamerkan sembako murah di Pulau Kijang. rokok. Sekarang ilegal di Jawa Tengah, dan sekarang melalui toko online- “Kami menjalin” Kerjasama antara Bulog Bea Cukai dan Bea Cukai dan Bulog cabang Tembilahan “dengan Bulog cabang Tembilahan, dan berencana untuk menggunakan Barang Milik Negara (BMN) Bea Cukai Kashima.Pernyataan RPK diamati Muspika di Kecamatan Reteh, Tokoh Masyarakat Pulau Kijang. – Baca: Bea Cukai dan BNN Gagal Menyelundupkan Narkoba yang dikemas dalam Paket Cinderamata — -Diwakili penanggung jawab Puskemas, bantuan yang diberikan adalah 5 APD, 50 buah rapid test kit COVID-19, 10 dus vitamin C, 3 heat gun, 25 masker khusus tenaga kesehatan (N-95) dan 300 Masker selam.

Selain itu, pihak adat provinsi Riau juga menyumbangkan 75 bungkus sembako seperti beras, gula pasir dan minyak goreng.Kerugian di lingkungan Reteh adalah adat BMN dan pulau Kijang yang ada di Pulau Kijang dan Koramil, Polsek Dan penghuni aset Polair Post. Ronnie berkata: “Kami dapat memanfaatkan sepenuhnya kegiatan ini dan mengembangkan masyarakat Pulau Kijiang di masa depan. “(*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *