TRIBUNNEWS.COM-Tim Reserse Narkoba Bea Cukai Kendari dan Tim Narkotika Polres Koraka membatalkan perdagangan narkoba di Sulawesi Tenggara mulai 20-22 Agustus 2020. Rabu 26/08. — Ia juga menjelaskan urutan kronologis penghapusan pertama peredaran narkotika pada 20 Agustus 2020.

“Informasi dimulai dengan analisis adat istiadat di wilayah Sulawesi dan adat selatan dan Papua. Adat istiadat. Berdasarkan informasi tersebut, kami membawa tim narkotika Polsek Garaka untuk ditangkap bersama. Katanya, dari Di sana, saat dia mengantarkan cek bungkus Gorilla Tobacco dengan alamat tujuan di Caracas, kami melindunginya dengan tersangka berinisial A. Gorilla Tobacco merupakan narkotika kategori 1 dengan berat kotor 7,56 gram. Itu didatangkan dari sebuah daerah di Provinsi Jawa Barat. Menurut Danny, ini adalah ketiga kalinya Bea Cukai Kendy membeberkan peredaran narkoba di wilayah kendalinya sejak Juni tahun lalu. Model yang digunakan selalu sama, yakni perusahaan pengiriman menyediakan Pemberitahuan jenis barang berbeda. Aksi kedua berlangsung pada 22 Agustus 2020 yang merupakan long weekend. Tugas pemblokiran lalu lintas tidak digubris. Narkoba di wilayah tenggara Sulawesi.

“Jumat, sekitar pukul 12.30 WITA, Bea Cukai Kendari dan Seksi Narkoba Polsek Koraka kembali menangkap pecandu narkoba berinisial S itu. Gorilla Tobacco memiliki berat 26 gram, ”terangnya. -Pelaku menggunakan cara yang sama seperti penangkapan sebelumnya, yakni melalui surat pemberitahuan dari perusahaan kurir dengan menyamar sebagai celana panjang. Cukai Papua sehari sebelumnya. Saat ini S dan barang bukti sudah diserahkan ke Kolaka Bagian anestesi Polri untuk pengembangan lebih lanjut. Danny mengatakan Bea dan Cukai Kendari tidak akan lengah dan menyatakan perang terhadap narkoba, karena bahaya narkoba itu nyata dan dapat menghancurkan generasi bangsa. (* )

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *