TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka melakukan fungsi pelindung masyarakat, Kantor Pabean Daerah Kalimantan Selatan secara aktif melakukan serangkaian kegiatan pengawasan dan penegakan hukum di wilayah kerjanya untuk memerangi peredaran rokok ilegal dan minuman beralkohol. Untuk membuktikan tanggung jawab atas tindakan ini, bea cukai dan pajak konsumsi tidak hanya memperkuat operasi, tetapi juga menghancurkan barang yang dihasilkan oleh operasi untuk menghindari penyalahgunaan. . Nilai rokok ilegal dan 400,8 liter alkohol ilegal melebihi Rs 1,2 miliar, dan potensi kerugian nasional melebihi Rs 450,6 juta. Dia mengatakan bahwa Rahmady Effendi Hutahaean, Direktur Departemen Bea dan Cukai Kalimantan Selatan, mengatakan: “Penghancuran barang ilegal adalah hasil dari paruh kedua tahun 2019.” Menurut wilayah Banjarmasin Keputusan Pengadilan 1123 / Pid.Sus / 2019 / PN Bjm memiliki efek hukum permanen dalam bentuk 486,9 liter alkohol ilegal dan bukti lainnya, senilai Rs 396 crore, dan potensi kerugian nasional Rs 67,6 crore. — Rahmady menambahkan bahwa keberhasilan penerapan rokok ilegal dan minuman beralkohol dikaitkan dengan dukungan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan lembaga penegak hukum lainnya, lembaga pemerintah dan masyarakat, yang semakin menyadari dampak negatif dari ketentuan ini. Rahmady menambahkan: “Kerja sama yang baik ini merupakan bentuk sinergi kepabeanan dengan pejabat penegak hukum lainnya dalam konteks ketertiban dan keamanan nasional.” Selain transparansi dalam penerapan tarif, kegiatan ini Undang publik dan peserta bisnis untuk mematuhi aturan yang ditetapkan dengan menjalankan bisnis secara legal, terutama dalam kegiatan pajak konsumsi (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *